Rabu, 14 Januari 2009

Hadis : Sabar Mencerminkan Keimanan

Hadis : Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya:"Allah berfirman dalam hadis qudsi yang bermaksud," Tiada balasan bagi seseorang hamba-Ku yang telah Aku ambil kembali kekasihnya, kemudian orang itu mengharapkan pahala daripada-Ku melainkan orang itu akan mendapat balasan syurga." Riwayat Bukhari Huraian : Pengajaran hadis: i) Sabar ialah mengawal diri daripada kegelisahan dan menerima segala dugaan, rintangan dan segala suruhan Allah dengan hati yang tenang iaitu tidak merasa jemu dan berputus asa dalam menghadapi kesulitan hidup. ii) Kita hendaklah bersabar ketika menghadapi kematian suami, isteri, anak atau ibu bapa kerana semua makhluk adalah menjadi milik Allah. Malah kita dinasihatkan untuk berkata:” Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali.” (Maksud al-Baqarah :156) iii) Sabar perlu dilakukan sejak mula-mula menghadapi bala kesusahan kerana seseorang yang menghadapi kesusahan dengan penuh kesabaran akan dihapuskan dosanya dan dimasukkan ke dalam syurga. iv) Sesungguhnya setiap mukmin yang beriman kepada Allah, imannya belum dapat diperakui sebelum diuji keimanannya itu dan berjaya pula menghadapi dugaan tersebut di mana tiada balasan yang lebih besar di dunia dan akhirat daripada balasan bagi seseorang yang bersifat sabar dalam menghadapi bala ketika di dunia. v) Setiap ujian yang diturunkan oleh Allah mempunyai hikmahnya yang tersendiri. Oleh itu untuk menjadi hamba Allah yang dikasihi, hendaklah kita bersedia menghadapi setiap ujian yang menimpa dengan penuh kesabaran, sebaliknya bagi seseorang yang tidak redha menerima ujian Allah, maka ia akan menjadi hamba yang dibenci serta jauh daripada rahmat Allah.

Pandangan Islam Terhadap Hari Valentine

Untuk muda-mudi generasi penerus, tulisan ini akan memaparkan sedikit panjang lebar tentang CINTA, yang ternyata eksploitasi cinta tanpa tuntunan agama akan bermuara kepada pergaulan seks bebas dan merusak tatanan , bahkan eksploitasi cinta akan dapat menggiring pelakunya ke sikap pendewaan cinta yang akhirnya akan dapat menggiring seseorang kepada kesyirikan yang tidak disadarinya. Kali ini akan kita kupas tentang Valentine yang secara kebetulan perkembangannya paralel dengan eksploitasi cinta, seks bebas dan materialisme. Tahun demi tahun hiruk-pikuk valentine makin bertambah instensitasnya, dahulu hanya muda-mudi kota-kota besar seperti Jakarta yang mengenal Valentine dan merayakannya, kini sudah mulai merambah ke muda-mudi desa-desa kecil yang ada di Indonesia ini, Valentine tidak saja dikenal oleh para remaja tetapi juga sudah dikenal dan dirayakan oleh anak-anak SD. Dari sudut pandang ke-Islam-an, ternyata Valentine adalah sebuah perayaan yang harus dijauhi oleh para muda-mudi dan anak-anak muslim dan muslimah, dan sebaiknya para orang tua memberikan informasi kepada anak-anaknya bahwa Valentine bertentangan dengan nilai-nilai ke-Islam-an, memang bukan merupakan hal yang mudah karena sesungguhnya kita berhadapan dengan arus modernisme yang telah mengglobal dan salah kaprah. Opini tidak ketinggalan zaman dan tidak gaul bila tidak merayakan Valentine adalah salah satu kendalanya, namun dengan cara yang baik dan informasi yang akurat, Insya Allah informasi tersebut akan menjadi nasehat yang akan mudah untuk diikuti dan ditaati. Untuk itu dalam kajian ini, akan dikupas tentang Valentine sedikit panjang lebar agar kita mendapatkan informasi yang komprehensif1 dan akurat sehingga kita dapat mensikapi hiruk-pikuk Valentine yang tahun-demi-tahun harus kita akui memang telah bertambah intensitasnya. Sejarah Valentine Valentine adalah nama seseorang pemimpin agama Katolik yang telah dianggap menjadi martir ?Islam : Syuhada- oleh orang-orang Kristen (katolik) dan Valentine telah diberi gelar sebagai orang suci (Santo) oleh orang-orang Kristen. Kisahnya bermula ketika raja Claudius II (268 - 270 M) mempunyai kebijakan yang melarang prajurit-prajurit-nya untuk menikah. Menurut raja Claudius II, bahwa dengan tidak menikah maka para prajurit akan agresif dan potensial dalam berperang. Kebijakan ini ditentang oleh Santo Valentine dan Santo Marius, mereka berdua secara diam-diam tetap menikahkan para parujurit dan muda-mudi, lama-kelamaan tindakan mereka diketahui oleh raja Claudius, sang rajapun marah dan memutuskan untuk memberikan sangsi kepada Valentine dan santo Marius yaitu berupa hukuman mati. Sebelum dihukum mati, Santo Valentine dan Santo Marius dipenjarakan dahulu, dalam penjara Valentine berkenalan dengan seorang gadis anak sipir penjara, kemudian gadis ini setia menjenguk valentine hingga menjelang kematian Valentine. Sebelum Valentine dihukum mati, Valentine masih sempat menulis pesan kepada gadis kenalannya, yang isinya : \' From Your Valentine \' Setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, orang-orang selalu mengingat kedua santo tersebut dan merayakannya sebagai bentuk ekspresi cinta kasih Valentine, dua-ratus tahun kemudian yaitu tahun 496 Masehi setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, Paus Galasius meresmikan tanggal 14 Pebruari 496 sebagai hari Velentine. Itulah sejarah hari Valentine yang ternyata untuk mengenang dan memperingati dua orang suci Kristen Katolik yang mengorbankan jiwanya demi kasih sayang. Ada versi lain tentang sejarah Valentine, yaitu pada masa Romawi Kuno, tanggal 14 Pebruari merupakan hari raya untuk memperingati dewi Juno, dewi Juno adalah ratu dari segala dewa dan dewi, orang-orang Romawi kuno juga meyakini bahwa dewi Juno adalah dewi bagi kaum perempuan dan perkawinan ?dewi cinta. Pada tanggal 14 Pebruari orang-orang Romawi kuno mengadakan perayaan untuk memperingati Dewi Juno dengan cara memisahkan kaum laki-laki dan perempuan. Nama-nama remaja perempuan ditulis pada potongan kertas lalu digulung dan dimasukkan ke dalam botol, setelah itu para laki-laki mengambil satu kertas sebagai, setiap laki-laki akan mendapatkan pasangan sesuai nama yang didapat dalam undian tersebut, bila kemudian mereka ada kecocokan maka mereka akan melangsungkan pernikahan dihari-hari berikutnya. Valentine dan Barat Pada abad ke 16 Masehi, perayaan Valentine yang semula merupakan ritual milik agama Kristen Katolik telah berangsur-angsur bergeser, yang semula untuk memperingati kematian santo Valentine dan Marius telah bergeser menjadi hari ?Jamuan Kasih Sayang? yang disebut sebagai ?Supercalis? seperti yang dirayakan oleh bangsa Romawi Kuno pada tiap tanggal 15 Pebruari. Sedangkan pada abad pertengahan di dalam bahasa Perancis-Normandia terdapat kata ?Galentine? yang berasal dari kata Galant yang berarti cinta, persamaan bunyi antara Galentine dan Valentine disinyalir telah memberikan ide kepada orang-orang Eropa bahwa sebaiknya pada tanggal 14 Pebruari digunakan untuk mencari pasangan. Dan kini Valentine telah tersinkretisasi dengan peradaban Barat. Valentine telah menjadi bentuk pesta hura-hura, simbol modernitas, sekedar simbol cinta, dan sudah mulai bernuansa pergaulan bebas dan seks bebas. Banyak para muda-mudi yang mengadakan pesta Valentine hanya karena ikut-ikutan supaya tidak dibilang ketinggalan zaman atau tidak gaul, orang yang ikut-ikutan pesta valentine seakanakan telah menyandang predikat sebagai orang yang modern dan maju, padahal dia tidak tahu apa-apa tentang sejarah Valentine dan Valentine itu sendiri, padahal Valentine sendiri bukanlah hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi. Tentu saja Barat adalah yang paling diuntungkan dengan hiruk-pikuk pesta Valentine, karena di dalam pesta valentine orang didukung untuk hura-hura, mencari cinta sesaat dan instan, seks bebas, galmour yang semuanya itu mengarah ke peradaban Barat. Ketika Al-Islah mengadakan survey via telepon terhadap beberapa masyarakat kota, ada seorang koresponden yang pernah berada di luar negeri memberikan pandangannya bahwa Valentine telah menjadi media Barat untuk memasarkan produknya, merebaknya Valentine di kalangan muda-mudi, menjadikan mereka ramah dan permisif terhadap produk-produk Barat, antara lain fashion, kafe, hotel, film, seks pranikah, dan lain sebagainya. Namun kalau kita mau jeli dan teliti, Valentine memang bisa menjadikan seseorang merasa tidak ketinggalan zaman, gaul, fashionable dan segudang simbol peradaban Barat lainnya, salah satu faktor besarnya daya jual produk-produk Barat adalah terbangunnya opini tersebut dikalangan muda-mudi, contoh, orang ingin mengganti Hp-nya dengan HP baru hanya dengan satu alasan saja yaitu ?model baru lebih trendy atau fashionable yang lama telah ketinggalan jaman dan memalukan? , opini semacam itulah yang ingin dibangun barat melaui acara-acara Valentine. Survey Membuktikan Dari wawancara dengan beberapa koresponden yang ada diwilayah pinggiran kota via telepone ketika diajukan pertanyaan apakah Valentine itu ? didapatkan hasil rata-rata para koresponden dari kalangan remaja memberikan jawaban bahwa Valentine adalah hari kasih sayang walaupun sebagian besar dari mereka tidak mengetahui sejarah Valentine. Dan ketika mereka ditanya apakah ingin merayakan Valentine?, sebagian besar menjawab ya dan ingin merayakan bersama sang kekasih, sebagian yang lainnya menjawab tidak perlu dengan alasan kasih sayang itu bukan hanya satu hari itu saja tetapi sepanjang tahun, dan ada juga yang memberikan alasan karena Valentine adalah budaya Barat yang memiliki efek negatif dan merusak. Yang cukup mengejutkan ada seorang anak SD yang tahu tentang hari Valentine dan ingin merayakan dengan memberi hadiah kepada teman spesial. Dan dari wawancara dengan korespeonden yang sudah berumah tangga dengan kisaran umur antara 30 tahun hingga 50 tahun memberikan hasil bahwa ketika mereka dalam usia remaja mereka sebagian besar tidak tahu tentang Valentine walaupun pernah mendengar kata Valentine, sebagian kecil mengatakan ketika masih remaja mereka telah tahu tentang Valentine tetapi tidak pernah merayakannya. Dan ketika diberi pertanyaan lanjutan apakah akan memberikan izin kepada anaknya untuk merayakan Valentine, sebagian besar menjawab tidak masalah asal tidak kebablasan, dan sebagian yang lain mengizinkan tetapi dengan memberikan pengarahan dan sebagian yang lainnya lagi akan melarang karena mengetahui bahwa Valentine adalah budaya Barat dan bertentangan dengan agama Islam. Dari wawancara tersebut dapat diperoleh gambaran tentang opini dan sikap masyarakat mengenai Valentine ?walaupun kurang akurat-: Pertama, kalangan muda-mudi hampir 100% telah mengenal Valentine padahal para orang-tua mereka hampir 100% tidak mengenal Valentine pada masa remajanya berarti Valentine telah berkembang pesat dalam satu generasi. Kedua, hanya sebagian kecil remaja yang menentang Valentine dan hampir 100% yang tidak mengetahui tentang sejarah Valentine. Dan sekarang mari kita tinjau pandangan Islam tentang Valentine dan bagaimana semestinya umat Islam harus bersikap. PANDANGAN ISLAM TENTANG VALENTINE Dari uraian sejarah Valentine dan hubungannya dengan peradaban Barat saat ini dapat diringkas bahwa Valentine merupakan : Ritual yang bersumber dari Kristen yang dikukuhkan oleh Paus Galasius untuk mengenang orang suci Kristen yaitu Santo Valentine dan Santo Marius. Ritual orang-orang Romawi kuno yang pagan (penyembah berhala) untuk memperingati dewi Juno yaitu ratu dari segala dewa-dewi bagi perempuan dan perkawinan ( dewi cinta). Ritual bangsa Eropa pada abad pertengahan untuk mencari jodoh. Media Barat untuk mengkokohkan cengkraman peradaban Barat., Dari keempat jatidiri Valentine tersebut, tidak satupun yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam, alasannya : Pertama, Valentine merupakan ritual keagamaan yaitu agama Kristen, sehingga Valentine merupakan ibadah bagi agama Kristen, bukti bahwa Valentine sebagai ritual agama Kristen adalah ritual Valentine tersebut dikukuhkan oleh seorang Paus yaitu Paus Galasius untuk memperingati dua orang yang diberi gelar orang suci oleh orang-orang Kristen. Bagi Muslim mengikuti Valentine tersebut adalah sama dengan mengikuti peribadatan orang Kristen, di samping itu ada bahaya yang lain yaitu sinkretisasi antara agama Islam dan Kristen, Allah I telah memerintahkan kita untuk tidak mencampuradukkan ajaran agama Islam dengan ajaran agama manapun termasuk Kristen : Bagimu agamamu, bagiku agamaku. QS. 109:1-6 Kedua, Valentine untuk memperingati/memuja dewi Juno adalah ritual yang dilakukan oleh orang-orang romawi Kuno yang menyembah berhala/dewa, sehingga mengikuti ritual ini dapat bernilai kesyirikan seperti yang dilakukan oleh orang-orang Romawi Kuno yang menyembah berhala. Bedakan diri kalian dari orang-orang Musyrik. HR. Bukhari-Muslim Ketiga, Valentine sebagai sarana untuk mencari jodoh oleh orang-orang Eropa, mereka bertahayul bahwa kasih sayang akan mulai bersemi pada tanggal 14 Pebruari, tahayul adalah salah satu bentuk kesyirikan, sehingga haram hukumnya bagi umat Islam untuk mengikutinya. Keempat, Valentine sebagai media barat telah diakui daya rusaknya terhadap tatanan masyarakat timur apalagi Islam, mengiktui Valentine bukan saja sekedar pesta untuk menyatakan kasih sayang, tetapi juga pesta yang mau-tidak-mau harus mengikutkan budaya yang lainnya, pergaulan bebas, fashion, pakaian minim, ciuman antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya, hidup glamour, materialistis, dansa-dansa, mengumbar nafsu dan lain-lain. Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, ia akan termasuk golongan mereka. HR. Ahmad Tidak dapat dipungkiri lagi, Valentine adalah salah satu pintu masuk untuk menjadi sama dengan mereka. Itulah jatidiri Valentine dan kedudukannya terhadap agama Islam, banyak para muda-mudi yang mengikuti Valentine hanya sekedar ikut-ikutan dan tidak mengetahui apa dan bagaimana Valentine yang sesungguhnya, mereka ikut hanya karena pernah melihat ada yang jualan kartu Valentine atau menerima kartu valentine, atau karena pernah diajak temannya ikut acara Valentine, atau karena pernah melihat propaganda Valentine di majalah-majalah, tv, film dan lain sebagainya, terhadap sikap para muda-mudi yang mengikut saja terhadap apa yang tidak diketahuinya, Allah SWT telah memberikan peringatan : Dan janganlah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. QS. 17:36

Kunci Sukses Berbagai Bisnis Online

Apakah kunci sukses dalam berbagai bisnis online? Sederhana. Jawabannya ada dalam 4 (empat) pilar utama yang biasa disingkat sebagai CTPM. Apa itu CTPM? Mari bersama membahasnya : 1/ Content Yang dimaksud dengan content adalah isi dari website / blog yang kita buat. Ini adalah pilar pertama dalam kesuksesan Anda dalam berbisnis online. Sesuaikan content Anda dengan bisnis yang ingin Anda tekuni. Misalkan Anda berbisnis affiliasi produk kesehatan, maka buatlah situs / blog yang membahas produk-produk kesehatan. Jika Anda berbisnis affiliasi produkproduk komputer, maka buatlah sebuah blog atau situs yang mengulas berbagai perangkat komputer terbaru. Bagaimana jika Anda tidak berbisnis affiliasi, tetapi berbisnis ads publishing seperti Adsense? Atau mungkin berbisnis paid review menggunakan blog Anda? Apakah content harus juga diperhatikan? Jawabnya : iya. Anda tetap harus membuat sebuah website / blog yang memiliki content yang menarik. Ini akan menjadi “kesan pertama” bagi orang saat melihat web / blog Anda. Hal ini pada akhirnya akan membuat mereka percaya kepada Anda dan mau membeli atas rekomendasi Anda (jika Anda menjual barang), dan juga akan membuat mereka kembali dan kembali lagi menuju website / blog Anda (jika Anda mencari uang dari program-program berbasis traffik – seperti ads publising). 2/ Traffic Yang dimaksud dengan traffic adalah visitor atau pengunjung situs / blog Anda. Semakin banyak jumlah pengunjung situs/blog Anda, maka akan semakin baik. Setelah Anda membuat sebuah blog / web yang bagus, tentu Anda perlu pengunjung untuk menghasilkan uang. Sebab merekalah yang akan membeli barang yang Anda promosikan, dan merekalah yang akan mengklik iklan yang Anda tayangkan. Betul kan? Logikanya sederhana saja, dengan semakin banyak pengunjung website/blog Anda maka akan semakin banyak orang yang kemungkinan akan membeli barang yang Anda promosikan. Bagi Anda yang mengais uang dari pemasangan iklan berbasis PPC (pay per click), ini juga berarti akan semakin banyak orang yang akan mengklik iklan pada web/blog Anda. Bagi Anda yang bermain paid reviews, atau menjual backlink, ini juga bisa meningkatkan nilai jual Anda. Walau traffic bukan salah satu ukuran yang utama dalam bisnis jual beli link seperti itu, tapi bagi sebagian advertiser ini kadang menjadi pertimbangan juga. Sebab kadang advertiser tidak hanya mencari “links juice” dari page rank situs Anda, tetapi juga mencari “click through” dari link yang dibeli mereka di situs Anda. Jadi intinya : tingkatkan terus traffik Anda. Untuk menaikkan traffik, tentunya Anda harus menulis berbagai materi yang berkualitas. Dengan begitu orang-orang akan suka untuk membaca blog Anda dan akan kembali berulang kali untuk membaca lebih banyak lagi. Selain itu, Anda juga perlu rajin-rajin mengunjungi blog orang lain, meninggalkan komentar dengan harapan blog / situs Anda akan dikunjungi balik oleh pemilik blog dan para pembaca blog tersebut, yang pada akhirnya akan meningkatkan traffik Anda. Salink bertukar link dengan para pemilik blog / situs yang lain juga salah satu cara yang bagus. Saran saya : Anda pasang dulu link ke situs / blog orang lain yang ingin Anda ajak untuk bertukar link. Setelah iu baru Anda datang ke situs mereka, dan mengajak untuk bertukar link. Tapi awas jangan sembarangan memasang link dan mengajak orang lain bertukar link --- karena tidak semuanya mau bertukar link. Cara mudahnya, sebaiknya Anda teliti dulu web / blog yang ingin Anda ajak bertukar link tersebut, apakah ada menu “tukar link” / “link exachange” di sana? Jika Ada, maka kemungkinan besar dia akan mau bertukar link. Jadi Anda tidak sia-sia memasang link duluan menuju situsnya. Tapi jika tidak, sebaiknya tidak perlu mencoba... Cara lainnya untuk mendapat traffik adalah dengan menggunkan teknik SEO (search engine optimization). Cara ini agak susah, tapi murah. Atau jika ingin yang lebih mudah dan instant, Anda bisa pergunakan juga iklan berbayar. Ini adalah cara mencari traffik yang paling cepat dan mudah, tapi sayang agak mahal untuk dijalankan.... Untuk membahas cara meningkatkan traffik tidak akan dibahas di sini. Silakan membaca materi-materi tentang SEO (search engine optimization) untuk meningkatkan traffik dan juga berbagai panduan promosi berbayar yang sudah disertakan di download bonus area. 3/ Pre-Sell Langkah selanjutnya untuk semakin mendekatkan diri Anda kepada uang dari dunia online adalah dengan melakukan preselling. Bagi Anda yang belum tahu apa itu preselling, mungkin ilustrasi ini bermanfaat untuk Anda :: Pernahkah Anda ingin pergi ke sebuah rumah makan tapi bingung memilih rumah makan mana yang tepat? Apa yang Anda lakukan saat itu? Bertanya kepada teman atau orang lain tentunya. Dan setelah itu tentunya teman Anda akan menjawab berdasar pengalamannya. Ternyata pada Anda bertanya, teman Anda menceritakan pengalamannya makan di rumah makan XYZ. Dia akan menyebutkan kelebihan rumah makan tersebut kepada Anda. Dia menceritakan dengan detail lalu berkata "makan di sana aja, enak banget. Serius deh, dijamin pasti suka"..... Nah sekarang kira-kira apa yang akan Anda rasakan? Tentu Anda jadi ingin mencoba makan di rumah makan xyz kan? Nah sekarang kira-kira apa yang akan Anda lakukan? Tentu Anda jadi ingin segera datang ke rumah makan xyz dan mencoba membeli makanan di sana. Berul kan? Nah itulah kira-kira yang dimaksud dengan Pre-Selling. Yaitu Anda merekomendasikan / menceritakan kelebihan tentang uangpanas.com kepada orang lain, di suatu halaman khusus (halaman Pre-Selling) lalu nantinya mengarahkan mereka untuk membeli melalui URL affiliasi Anda yang Anda taruh di halaman tersebut. Kira-kira seperti itulah fungsi halaman pre-sell. Anda membuat satu halaman web, bisa dari blogspot.com atau wordpress.com, atau bahkan anda bikin web sendiri secara sederhana, lalu bikin artikel yang berisi review tentang produk yang Anda promosikan. Tekankan di dalamnya bagaimana produk ini membawa manfaat untuk anda dan rekomendasikan agar orang lain juga memilikinya sehingga turut merasakan manfaat produk tersebut. Nah, di dalam artikel tersebut, jangan lupa cantumkan link ke URL affiliasi Anda. Pastikan link menuju uangpanas sudah benar mencantumkan user id anda. Diharapkan mereka tertarik dengan review Anda lalu mengklik URL Anda dan membeli. Dengan memberikan pre-sell, pengunjung akan merasa anda ada di pihak mereka, dan tidak merasa bahwa Anda bagian dari produk xyz. Anda lebih dianggap sebagai teman dan bukan salesman. Dengan demikian mereka akan lebih tertarik dan yakin terhadap apa yang Anda tulis. Mereka akan lebih mudah membeli setelah membaca review Anda. Mereka akan berpikir ada baiknya membeli produk xyz melalui Anda, dan pada akhirnya Anda akan mendapat komisi dari sana. Simple... tapi jitu! Cara ini akan meningkatkan rasio pembelian berlipat-lipat dibanding hanya membuat sebuah banner / mengarahkan user langsung ke URL affiliasi Anda tanpa di-pre-sell terlebih dahulu. Note 1 : preseling sangat perlu dipelajari untuk mereka yang melakukan affiliate marketing. Tapi bagi Anda yang mencari uang dari berjualan link (site link, in link, paid review) dan dari ads publishing (eg : Google AdSense), tidak ada salahnya untuk tahu. Bagi Anda yang berbisnis di bisang ads publishing (misal : Google AdSense), mungkin akan lebih baik jika fokus di dalam memperbaiki content Anda. Ini adalah sebuah bentuk teknik “pre-selling” yang bagus dijalankan untuk ads publisher --- sebab Anda menjual “isi” dari website / blog Anda itu sendiri, dan bukan menjual barang atau jasa. Note 2 : always be honest dalam melakukan preselling. Walau Anda mungkin sangat ingin mendapatkan uang dari komisi penjualan, tapi jangan sampai membuat Anda menjadi “keluar jalur”. Be honest dan jangan melebih-lebihkan dalam melakukan presell. 4/ Monetisasi Nah sebagai langkah terakhir untuk menghasilkan uang dari dunia online Anda harus melakukan “monetisasi” (monetization). Ini adalah bagian terpenting yang harus Anda lakukan. Tapi ingat, pastikan semua langkah sebelumnya Anda lakukan terlebih dahulu, baru langkah terakhir ini akan bisa berjalan dengan baik. Setelah Anda membuat sebuah web/blog yang bagus isinya, pastikan Anda mendatangkan traffik yang bagus juga (baca : banyak pengunjungnya) ke web/blog Anda. Setelah itu, jangan lupa lakukan presell di web/blog Anda. Ini juga langkah yang amat-amat penting --- terutama bagi Anda yang mencari uang dari menjual barang atau jasa. Setelah semua itu selesai, barulah lakukan monetisasi. Monetisasi maksudnya bagaimana menjadikan pengunjung web/blog Anda menjadi uang bagi Anda. Ini adalah point yang harus ada, tidak bisa tidak. Bagi Anda yang mencari uang dari berbagai program periklanan berbasis CPC (cost per click) dan CPM (cost per mil.), yang Anda harus lakukan adalah memasang posisi iklan sedemikian rupa sehingga tingkat click through ratio Anda meningkat. Hasilnya, income Anda juga akan meningkat. Bagi Anda yang mencari uang dari menjual barang atau jasa, entah itu sebagai affiliate atau product owner, jangan lupa berikan link menuju situs tempat bisnis Anda tersebut (entah sebagai owner ataupun affiliate) setelah Anda melakukan presell. Dan ingat, jangan sampai salah URL, nanti uangnya salah kirim, =) Untuk bagian yang ini saya rasa cukup mudah dimengerti, jadi tidak akan diterangkan lebih lanjut. Silakan dicoba langsung saja supaya lebih jelas. Yang jelas saran saya fokuskan membenahi poin CTP. Poin M (monetize) akan menyusul belakangan setelah poin CTP Anda bagus dan kokoh. Selamat berbisnis! Bagan besar konsep CTPM >>

SIKAP MENTAL PEBISNIS ONLINE

Sebelum Anda melanjutkan membaca buku ini, ada hal yang sangat penting yang perlu Anda ketahui untuk menjadi pebisnis online yang sukses. Harap dibaca baik2 : 1/ Ketahuilah, untuk sukses bisnis online BUTUH WAKTU Kesuksesan online atau kesuksesan berbisnis apapun itu baik online maupun offline bukanlah suatu hal yang instant. Anda tidak akan bisa mendapatkan hasil ribuan dollar hanya dalam sebulan dua bulan berbisnis. Semua butuh proses. Bahkan para “guru”, para “master” bisnis online pun tidak langsung berhasil dalam sekejap mata. Mereka butuh berbulan-bulan, mereka butuh bertahun-tahun belajar untuk menjadi sukses. 2/ Untuk sukses bisnis online (biasanya) PERLU GAGAL Sama dengan bisnis di dunia nyata, kadang kita perlu gagal dahulu untuk bisa mencapai kesuksesan. Para master bisnis online dari berbagai negara pun begitu. Ada yang kehilangan puluhan, ratusan bahkan ribuan dollar terlebih dahulu untuk bisa sukses. Saya sendiri di awal-awal kehilangan ratusan dollar dan terkena tipu bisnis online. Kegagalan itu penting, dan kita kadang butuh kegagalan untuk belajar darinya. Supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan. Supaya dapat mengetahui apa yang harus dihindari dalam berbisnis. 3/ Setiap bisnis ada resikonya, termasuk bisnis online Kadang ada client bertanya kepada saya : apakah kalau saya ikut bisnis online (entah bisnis apa pun) itu berarti 0% resiko)? Saya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala saya. Jawabannya TIDAK. Semua bisnis memiliki resiko dalam menjalankannya. Di dunia ini tidak ada orang yang bisa menjamin apa yang akan terjadi esok hari, tidak ada yang bisa menjamin apa yang akan kita lakukan esok hari. Termasuk menjamin apakah kita akan sukses berbisnis online atau gagal. Urusan kita hanyalah berusaha dan berdoa. Selanjutnya serahkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Apakah nanti sukses atau gagal, itu terserah pada-Nya. Yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha, dan berdoa. Lalu jalani bisnis-bisnisnya dengan jujur, konsisten, penuh semangat. Sekarang masalahnya hanyalah kita mau tidak untuk menjalani proses tersebut? Ingat, resiko gagal itu selalu ada baik untuk bisnis online maupun bisnis offline. Sekali lagi, resiko gagal itu selalu ada, baik untuk bisnis online maupun offline. Sekarang masalahnya, apakah Anda mau dan berani untuk menjalaninya? Kalau mau dan berani, bagus, karena itu bisa jadi langkah awal untuk sukses. Ingat, selain resiko yang selalu ada, peluang sukses pun selalu ada. Tetapi jika Anda tidak berani (ciut) untuk mengambil resiko gagal, jangan pernah melangkah berbisnis sama sekali, dan Anda pun tidak akan pernah sukses berbisnis... Ingat baik-baik : Hidup Anda tidak akan mengalami peningkatan jika Anda tidak mau berinvestasi, tidak berani mengambil resiko, tidak mau mengambil kesempatan dan menunda-nunda untuk memulai bisnis. Ini adalah fakta kehidupan... 4/ Jangan ikuti program bisnis investasi Jangan tergiur dengan bisnis berkeodk investasi online. Kebanyakannya adalah member get member. Kebanyakan pelaku bisnis internet terutama yang malas bekerja suka termakan rayuan seperti ini. Mereka rela untuk menginvestasikan uangnya di dalam bisnis ini. Sehari dua hari, seminggu dua minggu, bisnis berjalan lancar. Bulan berikutnya, dia investasikan dana lebih besar lagi. Terus berlanjut begitu sampai ada saatnya tiba-tiba situs investasi yang dia percayai tersebut menghilang begitu saja...... DENGAN SEMUA UANG YANG DIA INVESTASIKAN DI SANA! 5/ Pebisnis online yang sukses TIDAK mengandalkan orang lain. Pebisnis online yang sukses harus rajin bertanya ke search engine (terutama GOOGLE) dan harus sering browsing mencari ilmu dari situs ke situs, dari blog ke blog. BUKAN mengandalkan orang lain. Kadang ada saja pebisnis online pemula yang agak malas untuk eksplorasi, tidak mau mencoba-coba untuk memahami bisnis yang dia jalani. Setiap langkah dia selalu bertanya kepada orang lain, kepada consultantnya, kepada temannya, dan kepada orang lain. Konsultan tentu akan mencoba menjawab sesuai batas ilmu yang dimiliki, begitu juga jika dia bertanya kepada teman / rekannya. Hanya saja untuk menunggu jawaban dari teman tentu butuh waktu, bahkan untuk mendapat jawaban dari konsultan butuh waktu yang cukup lama (karena harus menjawab pertanyaan dari banyak client sekaligus). Waktunya variatif, mungkin dalam hitungan jam, atau bahkan dalam hitungan hari. Sebagai info, kami bisa mendapat 200-300 email dalam sehari, jadi butuh waktu untuk menunggu jawaban dari kami. Nah, kalau sudah begini, siapa yang rugi? Jawabnya, dia sendiri. Ini jelas-jelas menghambat kesuksesan bisnis dia sendiri. Padahal andai dia tidak malas mencari tahu, jawaban dari apa yang dia cari banyak tersedia di internet. Daripada menunggu jawaban dari teman / consultant yang perlu waktu lama, lebih baik mencari jawabannya lewat search engine seperti google. Dan jawabannya akan diketahui secara instant. Misalnya, ada banyak pebisnis yang ingin tahu jika mendaftar di clixsense, bagaimana cara mengisi kolom “payable to?” Untuk mencari jawabannya ada dua solusi : 1. Tanya ke orang lain. Cara ini butuh waktu agak lama untuk menunggu jawabannya, dan jawabannya pun belum tentu jelas. 2. Tanya ke search engine (google / yahoo / MSN) Cukup ketikkan “clixsense payable to diisi apa” atau “cara daftar clixsense” atau “clixsense tutorial” pada kolom pencarian google dan Anda akan dapatkan jawabannya. Akan segera muncul puluhan link yang bisa menjawab pertanyaan tersebut, dalam waktu instant, tidak perlu menunggu berjam-jam. Ini juga bisa diterapkan untuk banyak pertanyaan lainnya, seperti “cara mendaftar paypal”, “cara verifikasi paypal”, “paypal tutorial”, “cara verified alertpay”, “cara verifikasi alertpay”, ... dan apapun yang ingin Anda ketahui tentang dunia bisnis online! Karenanya tanamkan dalam diri Anda kebiasaan untuk bertanya kepada search engine (GOOGLE/YAHOO/dll) jika mengalami jalan buntu / permasalahan dalam berbisnis online. Ada ribuan orang di luar sana yang pernah mengalami masalah serupa dan menemukan jawabannya dengan cara ini. Search engine adalah basis data FAQ (FrequentlyAsked Questions) yang terbesar di dunia ini. Jadi, manfaatkan dengan baik. Gunakan search engine untuk menjawab persoalan Anda secara instant. Lupakan caracara bertanya dengan mengirim SMS / email ke teman Anda / konsultan Anda. Butuh waktu yang lama untuk menunggu jawabannya. Jika ada cara yang lebih cepat, kenapa harus mencari cara yang lebih lambat? Ingat, mengandalkan panduan teman / konsultan semata adalah salah satu cara untuk gagal yang paling cepat. Bisnis online menuntut Anda proaktif belajar mandiri dan mencoba-coba, banyak browsing, banyak GOOGLE-ing untuk mencari jawaban dan tambahan ilmu-ilmu baru. So, jadilah pebisnis yang proaktif dan mandiri dalam belajar! Catatan : 1/ GOOGLE-ing dan BROWSE-ing adalah salah satu cara yang kami lakukan untuk menjawab pertanyaan client-client uangpanas.com. Anda bisa mencoba meniru cara ini untuk mencari solusi masalah Anda sebab terbukti benar-benar sangat efektif. 2/ kami memberikan buku FAQ (Frequently Asked Questions) untuk membantu Anda menemukan jawaban atas pertanyaan yang sering ditanyakan. Dengan ini diharapkan Anda tidak perlu menunggu menunggu jawaban via email selama berjamjam (bahkan mungkin berhari-hari) karena siapa tahu pertanyaan yang Anda tanyakan Anda sudah terjawab di buku FAQ tersebut. Jika materi dalam buku FAQ dirasa masih kurang, Anda bisa mencoba memanfaatkan search engine (GOOGLE / YAHOO / ...) yang merupakan basis data FAQ terbesar di dunia sebelum mencoba bertanya kepada kami di uangpanas.com. 3/ Waktu kerja konsultasi adalah senin-jum'at 09.00-17.00 WIB. Hari sabtu, minggu dan hari libur / tanggal merah tidak dihitung. Sebagai info, kami bisa mendapat 200-300 email dalam sehari, jadi butuh waktu untuk menunggu jawaban dari kami. Jawaban akan diberikan dalam waktu 2 x 24 jam (48 jam)

Selasa, 06 Januari 2009

Cara Buat Kartu Kredit Atas Nama Sendiri : My Experience

Posted by: Kuburan In: Trik| personal Saat ini saya punya 7 buah kartu kredit atas nama saya sendiri lohh. Kartu kredit pertama saya adalah Citibank Visa yang jadi pada saat saya masih kuliah semester 6 beberapa tahun yang lalu. Ini berhubung saat itu saya udah punya penghasilan bulanan yang lumayan dari hasil jadi kuli design dan genjot sana-sini buatin orang website. :p Sayangnya, kartu kredit pertama itu jadi berkat skenario yang saya buat dengan rapi sebelumnya. Maklumlah, orang Indo khususnya bank di Indonesia ini masih melihat sebelah mata orang-orang yang ga punya slip gaji dan “pekerjaan tetap”, padahal ga semua orang berdasi atau kantoran punya uang lebih banyak dari blogger misalnya. Capee deh. Mereka pun tidak juga merubah keputusannya ketika saya sodorkan buku tabungan yang mencatat aliran dana masuk secara kontinyu dengan nominal yang menurut saya 2-3 kali lipat lebih besar dari karyawan biasa. Ya udah, saya akalin aja deh nih sistem. Habis nyebelin sih. Hal pertama yang saya lakukan waktu itu adalah membuat slip gaji jadi-jadian, plus stempel berwarna yang saya bikin pake penghapus pensil biar keliatan seperti asli (hehe, kreatif ya..). Selanjutnya tak lupa saya membuat kantor jadi-jadian. Berhubung waktu itu di kost saya ga ada telpon (saya dulu kuliah di perantauan loh), maka saya meminta bantuan temen saya yg punya telpon di kostnya. Bagusnya, jarak telpon dengan kamar kost temen saya itu berdekatan, saya suruh aja dia buat nongkrongin tuh telpon seharian. Imbalannya, saya traktir deh temen saya itu makan di KFC sepuas-puasnya (huehuehue). Pola bank di Indonesia rasanya hampir sama. Setelah mereka mengecek data, mereka akan menelpon sana-sini buat tanya-tanya, kalo semuanya cocok 90% applikasi kita pasti disetujui. Tips dari saya, isilah data di form aplikasi dengan lengkap dan meyakinkan. Jangan lupa cantumkan gaji bulanan dengan nilai yang juga meyakinkan (baca : jangan nanggung). Setelah mengecek data di form applikasi, dalam 2-3 hari kerja, pihak bank biasanya melakukan konfirmasi dan kroscek data tersebut ke telp kantor yang kita cantumkan. Ini adalah periode yang penting, sekalinya bank menemukan sesuatu yang tidak match, jangan harap applikasi kamu diterima, so watch it carefully. Meski begitu, kamu jangan sampai membuat skenario yang super rapih karena bisa jadi bank malah mencurigai data tersebut sebagai data palsu. Pokoknya wajar-wajar aja deh, salah sedikit lebih baik daripada sempurna. Data lain yang tak kalah pentingnya adalah data tentang keluarga/orang yang bisa dihubungi dalam keadaan darurat. Saya lebih suka mencantumkan nama om/tante di lain kota untuk mengisi data ini. Beritahukan kepada mereka tentang “skenario” yang kamu buat agar tidak salah dalam menjawab. Imbalannya ditraktir makan aja deh. Hehe. Sepengetahuan saya, pihak bank jarang sekali melakukan pengecekan data dengan mendatangi langsung kantor/rumah kita. Mereka lebih cenderung menggunakan telpon untuk urusan ini. Saya sendiri merasa sebagai orang yang sangat beruntung karena applikasi saya waktu itu langsung disetujui, sementara ada beberapa teman saya yang gagal dengan menggunakan metode yang sama. Kartu kredit pertama, menurut saya, adalah jalan mulus menuju kartu kredit kedua, ketiga dan selanjutnya karena setelah itu kamu tidak perlu lagi mencantumkan slip gaji. Kamu cukup menyertakan fotokopi kartu kredit aja sebagai ganti slip gaji. Meski demikian, pertambahan jumlah kartu kredit saya secara cepat terjadi ketika saya sudah mulai bekerja. Wuihhh jauh lebih gampang deh mbikinnya. Nah, daripada pembahasannya jadi ga tentu arah pembahasannya, berikut point-point tentang cara membuat kartu kredit secara mudah yang mungkin belom kamu ketahui : 1. Jadilah pegawai kantoran! Ini adalah cara yang paling mudah. Ga perlu harus sampe bertahun-tahun kerja terlebih dulu buat bikin cc. Tipsnya, kamu harus pinter-pinter deketin accounting/pr/tukang angkat telpon di kantor kamu, minta bantuan dia buat jawab data-data (gaji, lama bekerja, posisi) sesuai dengan yang kamu cantumkan di form. Imbalannya, traktir lagi … atau kalo cakep ya sekalian aja dipacarin…huehuehue. 2. Citibank power. Banyak orang bilang, kalau kita udah punya cc citibank, maka membuat cc bank lain akan jadi lebih gampang. Pendapat ini ada benernya juga karena emang citibank terkenal cukup bagus kredibilitasnya di mata bank lain. Meski demikian, saya ga menganjurkan kamu untuk menggunakan cc ini banyak-banyak (kalau seandainya nanti diterima). Bunganya amit-amit dehh. Kecuali tagihannya mau langsung dibayar tiap bulan alias ga nunggak. 3. Cari di stand/bank berorientasi cc. Carilah stand promosi kartu kredit di mall/pameran karena biasanya mereka ga minta macem-macem + marketingnya pun biasanya akan bekerja mati-matian supaya applikasi kamu nantinya diterima. Soalnya gaji mereka yah dari sana (kalau marketingnya cakep, kan bisa “sekali mendayung dua gunung terlampaui”, hehe). Hindari lah untuk datang langsung ke bank. Tips lain, usahakan untuk memilih bank-bank berorientasi kartu kredit. Bank jenis ini antara lain adalah luar HSBC, ANZ, ABN AMRO, Standard chatered dsb. Mengajukan applikasi cc di bank model ini, kans approvalnya lebih besar ketimbang bank biasa. 4. Be wise. Kalau sudah jadi tuh cc, bijaksanalah dalam menggunakannya. Jangan sampai gagap kartu kredit yaaa. Tar ga kebayar loh tagihannya. Emang enak diubek-ubek sama debt collector. Pakai sebanyak yang kamu perlukan. Well, tujuan saya membuat posting ini adalah untuk menjawab kebutuhan penggunaan paypal bagi para pebisnis internet yang memerlukan kartu kredit buat verifikasi dan withdrawal. Kan kalo ada paypal sendiri, semuanya jauh lebih gampang dan mudah. Mau ikutan PTC kek, mau ikutan parkir kek, mau ikutan paid review kek, semua bisa pokoknya. Semoga artikel kali ini bermanfaat. Kalau ada cara yang salah dan kamu pikir ga bener yaaa ga usah diikutin. Yang penting tanggungjawab, okeh. Mudah-mudahan jadi kartu kreditnya. ps : buat kamu yg punya modal alias duit, kamu bisa juga ngajuin applikasi deposit credit card. maksudnya credit card yang mengharuskan kamu melakukan deposit sekian juta sebagai jaminan, mirip kayak kartu debit gitu deh. rajin-rajin aja cari solusinya, pasti bakal berhasil.

Sabtu, 03 Januari 2009

Virus Entrepreneur

Kmarin malam saya di mentori oleh Pak Rully Gustandar di EU Bengkulu. Dia banyak membuka pikiran saya, agar lebih benyak pake otak kanan. Virus entrepreneur itu mulai terinveksi ke otak, hati, dan langkah saya. hal tersebut mulai terjadi ketika mengikuti seminar Pak Purdi E. Chandra di Horizon Hotel. mulai detik itu, otak saya terus melayang, berhayal, dan berangan-angan. Ditambah lagi saat setelah dimentori oleh Pak Arifa'i, pak Rully G. Angan-angan yang selama ini telah ada di otak saya semakin menjadi-jadi, aku jadi bingun dan pusing, mungkin aku masih make otak kiri ya..?? Kata Pak Purdi kalo mau sukses harus Action ......action .....dst Kata Pak Arifa'i harus dipaksa terus, jalanin dulu, ntar dapat jalan keluarnya. kata Pak Rully harus divisualisasikan apa yang kita impikan itu (the secret)lalu tempel di papan visi. Tapi hari ini aku tempelkan visi ku salah satunya adalah pada Tahun 2015 aku pengen punya mobil pribadi yang mewah, amin. Kepada para alumni EU, tolong dukung saya untuk mencapai semua visi yang saya idam-idamkan. Thank's be4 By. Mr. Hendri Firmansyah, S.Pd.I Email: seniorrover7@gmail.com HP: 085268542199 Bengkulu Entrepreneur University Angkatan 1 Tahun 2008 Tentor di Pusat Kursus Bahasa Inggris SPEC Bengkulu Jl.Semangka No.5 Panorama BKL

Menjadi Mahasiswa Sukses, gimana caranya ?????

By. Mr. Hendri Firmansyah, S.Pd.I Kalo mikirin tentang karakter n kbiasaan Mahasiswa, pasti dalam benak kita tu ada Mahasiswa Sukses, ada mahasiswa yang luntang-luntung kurang kerjaan, ada yang sibuk oganisasi terus, ada yang cuma kuliah, kosan, makan, tidur, dan banyak lagi ragamnya. Tekadang sih, sebagai seorang mahasiswa normal kita sering mengalami beberapa masalah seperti boring dengan sistem perkuliahan yang ada? Sudah mulai mual ndengerin kuliah pak dosen? Mulai bete dengan suasana kos-kosan? Apalagi teman dekat sudah mulai pindah kos karena nggak tahan anda utangin terus hehehe. Pingin teriak sekeras-kerasnya tapi takut ditimpukin tetangga? Atau dulu punya mimpi pingin ikut mbangun republik tercinta, tapi jangankan itu, mbangun diri sendiri saja susah bro. Apa salah jurusan yah? Padahal dulu dah baca-baca tulisan tips dan trik memilih jurusan. Bingung karena nggak dapat apa-apa di universitas. Jadi makin terseok-seok dan tanpa ruh kalau baca tulisan tentang jenis mahasiswa. Hmmm … coba deh ikuti tulisan ini, siapa tahu ada tips yang cocok dan bisa bikin semangat bangkit. 1. Bangun tidur, berdiri di depan kaca, ucapkan bahwa andalah yang terbaik di kos-kosan ini (Ya soalnya anda sendirian sekarang :D) Kalau anda merasa itu kurang, ucapkan bahwa andalah yang terbaik di kelas anda atau terganteng di kampus anda. Yakinilah bahwa anda adalah manusia pilihan, paling tidak terpilih sebagai wakil desa anda yang bisa kuliah di universitas ini. Atau kalau lebih pede lagi, bilang bahwa andalah makhluk terbaik di muka bumi, ya memang benar, paling tidak dibandingkan dengan hewan dan tumbuhan :P 2. Mandi yang bersih, sisir dan rapikan rambut anda. Ambil handphone, bikin senyuman paling manis, foto wajah anda. Ulangi lagi kalau masih kurang enak dilihat. Kalau sampai 10 kali jepretan masih juga kurang enak di lihat, ambil secara acak saja. Mungkin wajah anda memang tidak terlalu enak dilihat :) 3. Nyalakan komputer, akses internet, nggak usah ke mana-mana, langsung saja buka http://wordpress.com. Buat account blog di sana. 4. Renungi hidup anda, ingat-ingat lagi perjalanan hidup dari kecil sampai sekarang dan apa yang telah anda lakukan. Masuk ke menu administrasi http://wordpress.com, klik Write->Page. Buat tulisan dengan judul About Me, tuliskan resume, kisah hidup dan Curriculum Vitae (CV) anda. Tuliskan “apa saja” seluruh kegiatan anda di sana. Dari lahir, SD, SMP, SMA dan kuliah. Pernah jadi ketua OSIS, sekretaris, bendahara atau pesuruh OSIS? Atau pernah ikutan nyembelih kambing kurban, pernah jadi penjaga masjid, pernah bikin workshop komputer, pernah menang lomba balap karung, cerdas cermat atau lomba gambar di kampung. Tulis semuanya. Kerahkan seluruh ingatan anda, anggap saja nostalgia. Sekali lagi, tulis semua, apapun yang anda lalui di “Page” berjudul About Me tadi. Sudah puas? Klik “Publish“. Kalau ada yang kurang tambahi lagi, kalau merasa halaman itu nggak cukup dan harus tulis dalam OO Writer atau MS Word, copy and paste saja draft tadi. Jangan lupa convert ke PDF dan upload di halaman About Me. Perbaiki terus CV anda setiap ada kegiatan yang anda lakukan, sekecil apapun. Beri juga skrinsyuut kalau diperlukan. Oh ya, foto manis anda tadi jangan lupa dipasang di halaman About Me, kalau pingin contoh, termasuk gimana nempatan CV versi PDF cek di sini deh :) 5. Sekarang ayok berdiri, jalan ke meja belajar anda. Kenangi kehidupan kampus anda, senangnya ketika diterima di universitas ini, semangatnya ikutan ospek (atau apa ya namanya sekarang?), dosen-dosen anda yang baik dan menyenangkan, nilai mata kuliah anda yang naik turun (yang pasti lebih banyak turunnya ;)), dan mungkin juga teman-teman mahasiswi anda yang sudah menolak cinta anda :) Kenang semua. Olala, ada kenangan manis disaat anda berjaya dengan satu mata kuliah yang anda senangi, dosennya juga maknyus kalau ngajar, dan anda akhirnya anda mendapatkan berkah nilai A diantara tumpukan nilai C, D dan E. 6. Mata kuliah apa itu ya, yang dulu anda senangi? Cari buku catatan anda, obrak abrik meja belajar untuk nyari buku textbook mata kuliah itu. Ketemu? Oalah anda ternyata jagoan Rekayasa Perangkat Lunak. Ok sekarang lihat lagi tulisan di buku catatan anda yang sudah lusuh. Cocokan dengan buku textbook. Sekarang tulis kenangan anda tentang mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak itu. Jangan tulis yang lain, konsentrasi saja ke satu mata kuliah itu. Tulisan apapun asal berhubungan dengan Rekayasa Perangkat Lunak. Satu topik tulisan cukup 4-6 paragraf saja, jangan kepanjangan. Kalau belum puas, buat lagi topik lain, batasi juga 4-6 paragraf. Nulisnya di Write->Post lho ya, jangan lupa. 7. Kurang bahan? Dulu kayaknya pernah pinjem buku bagus tentang Rekayasa Perangkat Lunak di perpustakaan? Ok, kebetulan dah masuk waktu dhuhur dan makan siang. Jangan lupa mampir dulu untuk sholat dhuhur di masjid samping kos-kosan, dan makan siang di warteg andalan. Ok, genjot sepeda ke kampus, langsung ke perpus. Cari buku kenangan anda tadi. Juga cari banyak berita dan tulisan populer tentang software dan metode pengembangan. Kalau perpus ada internet, balik lagi ke http://wordpress.com anda. Lanjutkan tulisan-tulisan anda. 8. Ops nggak terasa sampai maghrib di perpus. Sholat, makan malam dan pulang. Ingat-ingat deh dulu kayaknya pernah ngerjain Tugas Mandiri berhubungan dengan software? Ok kumpulin file-filenya yuk. Dari mata kuliah apa saja lah, bisa Rekayasa Perangkat Lunak, Dasar Pemrograman, Pemrograman berorientasi Obyek, atau apapun. Kalau ada program yang dulu dibuat juga kumpulin. Dibahas saja program yang pernah dibuat, sekaligus dibagi gratis tuh codenya. Walah bisa jadi satu kategori baru tuh di blog :) 9. Sebelum tidur, baca bismillah, dan ucapkan syukur hari ini anda sudah melakukan kegiatan yang sangat baik dan produktif, kegiatan yang bisa membanggakan orang tua, teman, tetangga, dan dosen anda. Dan Insya Allah bisa menjadi bekal kontribusi anda ke republik tercinta ini. 10.Bangun pagi, nggak usah kebanyakan tidur, anda bukan bayi lagi :) Sholat shubuh dan lanjutkan petualangan hidup anda. 11.Sebelum masuk kuliah baca-baca buku dulu deh, hari ini pak dosen mau ngajari apa, siapa tahu bisa jadi bahan tulisan. Kalau ada waktu pagi bikin resume atau rangkuman bab yang pak dosen akan ajar. Insya Allah saya jamin anda akan masuk ke kelas dengan suasana yang berbeda. Anda tidak lagi tidur. Horeeee! Lho kok bisa, ya soalnya anda jadi pingin konfirmasi ke pak dosen, yang anda pahami dari rangkuman tadi bener nggak. Dan anda akan nyimak karena anda berharap bisa jadi bahan tulisan. Ada kemungkinan anda akan lebih pinter dari pak dosen, karena kadang saking sibuknya ngerjain proyek, pak dosen kadang lupa belajar … hihihi. Kalau ada pertanyaan yang nggak bisa dijawab pak dosen, anda angkat tangan saja, bilang bahwa pernah mengupas tuntas masalah itu, sebutkan URL blog anda. Bantu dosen anda jawablah, siapa tahu malah nanti diminta bantu dosen ngerjain proyek atau malah jadi asisten dosen. Cuman jangan galak-galak sama adik kelas yah, jaman dosen bangga karena nggak ngelulusin mahasiswa sudah kuno. Yang trend sekarang dosen gaul, kayak si broer sang dosen flamboyan (ngajar di semua kampus di jakarta bo) dan mbah IMW dari gundar :) 12.Lanjutkan perdjoeangan. Mudah-mudahan semester ini tumpukan nilai A anda semakin banyak. Dan Insya Allah saya jamin, anda tidak akan kesulitan ngerjain skripsi atau TA di semester akhir. Kok bisa? Ya, anda sudah terbiasa banyak baca dan nulis, ini modal penting bikin skripsi. Logikanya kalau anda banyak nulis, pasti banyak baca tho :) Jangan lupa untuk submit artikel-artikel anda di IlmuKomputer.Com, prosedurnya ada di sini nih. Ini penting karena kabarnya numpang nampang di IlmuKomputer.Com bisa bawa hoki, bisa dapat jodoh, pekerjaan, project atau ketularan gemuk dari foundernya. Yang pasti bisa bantu ningkatin traffic blog anda :) 13.Kalau kebiasaan 1-12 anda lakukan sampai anda lulus, Insya Allah anda tidak akan kesulitan mencari pekerjaan. Justru pekerjaan yang akan mencari anda. Tulisan-tulisan anda di blog sudah di-indeks oleh banyak mesin mencari. Bahkan mungkin kalau orang googling dengan keyword “Rekayasa Perangkat Lunak Indonesia“, yang muncul nomor satu adalah blog anda. Anda nggak perlu bawa CV ke mana-mana karena anda sudah tulis di blog anda. Tentu anda akan semakin surprise kalau ada penerbit yang nawarin membukukan tulisan-tulisan Rekayasa Perangkat Lunak yang anda telateni selama ini. Kesempatan jadi dosen bukan mimpi lagi, lha wong yang nulis bukunya anda je. Wajar tho sekalian ngajar ;) Malah anda mungkin sudah ditokohkan oleh masyarakat Indonesia di bidang Rekayasa Perangkat Lunak? Amiiin. Cuman jangan sombong, sombong itu temannya setan :) 14.Akhirnya, alhamdulillah anda telah sukses melewati kehidupan mahasiswa anda dengan baik. Bukan karena siapa-siapa, tapi karena perdjoeangan anda sendiri, karena tangan anda sendiri, dan tentu saja pertolongan dari yang DIATAS. Jangan lupa, tetap lanjutkan perdjoeangan di kehidupan baru. Salam Mahasiswa!!! By Mr. Hendri F, S.Pd.I Alumni STAIN BENGKULU Mahasiswa Bengkulu Entrepreneur University Anggkatan Ke-1 2008 the article is adopted from http://romisatriawahono.net/2008/01/29/tips-menjadi-mahasiswa-sukses/)

10 Kiat Menjadi Entrepreneur untuk Mahasiswa Lugu

by Romi Satria Wahono entrepreneurship.gifMas Romi, selama kuliah kan kita sebagai mahasiswa nggak sempat latihan berbisnis. Padahal aku tuh pinginnya begitu lulus langsung bisa mandiri alias bikin perusahaan sendiri. Gimana ya caranya. (Maria, Samarinda) Aku ini kutu kupret mas, mahasiswa teknik informatika tapi kemampuan coding lemah. Kalau buat-buat desain sih lumayan mas, photoshop dan coreldraw itu peganganku tiap hari. Aku mimpi pingin berbisnis sendiri, cuman nggak ngerti gimana dan apa yang harus aku pelajari sekarang. Bantu aku dong mas. (Irwan, Bandung) Dua pertanyaan yang sering muncul ketika saya mengisi seminar dan workshop di kampus-kampus tentang entrepreneurship. Pertanyaan yang harus kita hargai karena generasi muda kita punya semangat untuk hidup mandiri dan tidak tergantung kepada belas kasihan orang lain. Banyak cara saya menjawab, hanya mungkin untuk mahasiswa yang masih polos dan lugu, saya beri 10 kiat mudah seperti berikut ini. 1. Pelajari latar belakang teman satu angkatan. Bapak dan ibunya kerja sebagai apa misalnya. Apakah ada yang menjadi dokter, mengelola klinik, rumah sakit atau apotik? Atau mungkin ada yang punya toko buku atau pengelola perpustakaan? Oh mungkin ada yang bekerja di bengkel? Pelajari semua dan cari informasi sebanyak mungkin? Lha untuk apa? Hush diam dulu, ikuti kiat kedua ;) 2. Ok sekarang pilih, cari teman yang bisa diajak kompromi, yang cukup dekat atau bahkan sahabat, dan punya semangat sama untuk terjun bebas memulai berbisnis. Anggap kita pilih yang kebetulan bapaknya punya atau mengelola apotik. Lho terus mau digimanain tuh? 3. Cari buku di toko buku, ada nggak buku tentang belajar bahasa pemrograman yang menggunakan contoh membangun aplikasi atau sistem informasi manajemen (SIM) untuk apotik? Cari buku sampai yang terselip di rak-rak toko buku. Kadang ada buku yang meskipun desain covernya jelek, tapi studi kasusnya lengkap, bahkan source codenya dibagi. Nggak dapat juga? Ok ayo cari yang open source saja, coba cek dari sf.net, saya yakin bisa ditemukan. Lha kalau belum nemu juga? Coba Googling deh :) 4. Sekarang mulai oprek SIM untuk apotik tadi. Mulai pelajari kodenya, oprek dan tambahkan fungsi-fungsi yang diperlukan. Masih sederhana dulu nggak papa. Buka semua file image, baik gif, jpg, dan png. Lakukan editing atau buat image baru yang unik dan khas. Intinya percantik desainnya, ini enteng kan, apalagi anda jagoan manipulasi image dan foto (asal jangan porno) :) Jangan lupa cek lisensinya supaya tidak melanggat, dan juga beri credit ke pengembang asal kalau itu opensource. Nggak perlu risih untuk memasukkan satu kalimat “Powered by …. ” atau “Engine by …” pada SIM Apotik yang kita oprek tadi. 5. Eng-ing-eng … kita sudah punya produk berupa software yang siap ditawarkan nih, meskipun sederhana dan engine-nya ngambil dari contoh di buku atau opensource. Nah obrolkan dengan teman yang kita pilih tadi, minta dia “merayu” bapaknya supaya mau pakai software SIM itu di apotik milik beliau. Nggak perlu bayar kok, gratis, tinggal nyediakan PC atau laptopnya saja, itupun nggak perlu canggih-canggih. Komputer tua saja toh SIM kita juga belum banyak fiturnya. 6. Hore berhasil diimplementasikan! Berdua dengan sahabat kita tadi, bantu pegawai apotik untuk entri data yaitu data daftar obat yang disediakan oleh apotik. Jangan lupa buat spanduk kecil dan brosur diatas komputer tadi, beri tulisan:”Apotik ini Dikelola dengan Sistem Informasi Manajemen Apotik (SIMAPO) ver 1.0” ;) 7. Jangan puas sampai disitu, buat situs untuk promosi, kalau nggak ada modal pakai saja blog gratisan dengan Wordpress.Com atau Blogspot.Com. Ngeblog deh, ceritakan bagaimana SIMAPO itu dikembangkan. Tulis juga pengantar tentang sistem informasi manajemen, tentang obat-obatan, tentang apotik, tentang kenapa apotik harus memanfaatkan IT. Kalau perlu manjakan pengunjung dengan daftar apotik seluruh Indonesia, data dari mana? Ya cari dari YellowPage atau Googling yo :) Ops jadi kelupaan, jangan lupa beri tulisan yang agak gede: “SIMAPO ver 1.0 Telah diimplementasikan di Salah Satu Apotik di Kota Besar di Indonesia“. 8. Masih belum boleh puas :) Rayu teman lain yang punya tetangga, kakek, nenek, bapak, ibu, paman atau saudaranya baik jauh maupun dekat yang mengelola apotik. Minta supaya mau install, gratis, tapi kalau mau bayar juga nggak nolak, Rp 500.000 deh, kalau ditawar Rp 50.000 ya nggak masalah. Anggap saja ada ongkos naik angkot untuk install SIM-nya :). Jangan lupa update spanduk dan brosur, “Apotik Ini Dikelola dengan SIMAPO ver 1.0, Sistem Informasi Manajemen untuk Apotik yang telah Diimplementasikan di Beberapa Kota Besar di Indonesia“. 9. Alhamdulillah sudah dapat dua customer coi! Meskipun masih gratisan, tapi lumayan untuk nambahi Portfolio :) Mulai oprek-oprek lagi aplikasi Apotik kita, tambahkan fitur berdasarkan feedback dari Apotik yang sudah menggunakan. Benahi lagi user interface, percantik lagi, buat yang lebih segar dan unik, beri versi baru 1.1. Mulai tawarkan lagi, hanya jangan lagi gratis, Rp 300.000 atau Rp 700.000 gitu deh, tapi kalau teman sendiri yang minta asal ada ongkos jalan juga OK :) Mudah-mudahan bisa terus berkembang, atau dalam 1-2 tahun jangan-jangan sudah mulai bisa ikutan tender Departemen Kesehatan dengan pagu Rp 100 juta tuh untuk SIM Apotik … hehehe 10. Kalau sudah matang dengan satu produk, terus perbaiki produk itu sampai lengkap fiturnya. Dan kalau tertarik untuk mengembangkan produk lain, mulai lagi dari tahap pertama, cari teman lagi yang bapaknya punya bengkel, pengelola perpustakaan, punya toko buku, dsb. Lha siapa tahu bisa bikinkan aplikasi untuk bengkel, perpustakaan atau toko buku. :) Nggak terasa, setelah melewati tahapan ke 10, dua mahasiswa lugu kita telah menjelma menjadi dua orang entrepreneur :) Di saat teman-teman yang lain masih pontang-panting membawa surat lamaran pekerjaan, kedua mahasiswa ini ketika lulus sudah bisa mandiri, punya produk yang mapan, yang siap dijual dan ditawarkan ke berbagai institusi atau perusahaan. Ternyata masuk universitas tidak sia-sia lho, ilmu yang dipelajari di kampus alhamdulilah bisa digunakan untuk kehidupan kita, bahkan bisa membuka lapangan kerja baru :) Tetap dalam perdjoeangan! ttd-small.jpg Category: Campus, Entrepreneurship, Open Source

Minggu, 14 Desember 2008

gambar

Bagaimana Cara Menjadi Pengusaha?

By Sandiaga S. Uno Akhir-akhir ini kecenderungan untuk menjadi pengusaha terasa meningkat ditandai dengan adanya berbagai pelatihan dan munculnya berbagai lembaga yang menyediakan diri untuk mendorong dan melatih seseorang menjadi pengusaha. Hal ini merupakan perkembangan yang sangat menggembirakan. Semakin banyak pengusaha, maka semakin banyak lapangan kerja yang tersedia dan semakin banyak pengangguran yang bisa diserap. Saat ini pengangguran di Indonesia telah mencapai angka 11 juta. Jika kita asumsikan setiap usaha merekrut setidaknya 2 pegawai, maka jika tumbuh 1 juta pengusaha, akan tersedia 2 juta lapangan kerja. Dengan adanya pengusaha, pemerintah akan terbantu untuk menyediakan lapangan kerja. Kita tahu bahwa pemerintah juga memiliki keterbatasan. Munculnya pengusaha akan sangat membantu pemerintah. Dengan tersedianya lapangan kerja, maka daya beli masyarakat akan meningkat dan pada akhirnya mengurangi angka kemiskinan. Saat ini kita masih memiliki 40 juta rakyat miskin, sebuah jumlah yang sangat besar. Jika 1 pekerja menghidupi 1 istri dan 1 anak, maka setidaknya 3 juta orang tertolong dengan hadirnya 1 pengusaha. Oleh karena itu, jumlah pengusaha harus ditingkatkan lagi agar semakin banyak orang tertolong. Pada sisi lain, pengusaha juga merupakan penyumbang pajak bagi pemerintah. Sebagaimana diketahui, APBN kita 70 % lebih dibiayai oleh pajak. Jika jumlah pengusaha semakin banyak maka, jumlah penerimaan negara akan makin meningkat dan lebih banyak yang bisa dilakukan pemerintah untuk masyarakatnya. Bagi pengusaha sendiri, seperti yang saya rasakan, lebih banyak yang bisa saya raih daripada saat dulu masih menjadi karyawan. Tulisan ini akan membantu para pembaca yang ingin mengetahui bagaimana caranya menjadi pengusaha. Pertama yang harus dilakukan adalah mengatasi rasa takut menjadi pengusaha. Umumnya orang enggan menjadi pengusaha karena takut akan bankrut, takut tertipu dan lain-lain. Intinya takut akan resiko yang akan dihadapi. Padahal sebenarnya, apapun yang kita lakukan pada dasarnya beresiko. Sebagai contoh: kita menyeberang jalan, tentu ada resiko tertabrak. Sebagai orang yang dikaruniai akal, tentu kita tidak akan menyeberang sembarangan. Begitu pula dengan menjadi pengusaha, resiko bisa kita minimalkan dengan manajemen yang baik. Jika kita tidak sanggup menanggung resiko besar, kita bisa memilih resiko yang lebih kecil. Dan memang lebih baik memulai dari sesuatu yang kecil Yang kedua adalah mengenai modal. Banyak orang batal menjadi pengusaha karena tidak memiliki modal. Sesungguhnya modal itu penting tapi bukan yang utama. Yang utama adalah ide. Uang berapapun tidak akan menghasilkan keuntungan jika tidak memiliki ide. Saya bisa memberikan kepada Anda uang 1 milyar hari ini, tetapi jika Anda tidak punya ide usaha, maka uang itu akan habis pelan atau cepat. Sebaliknya jika seseorang memiliki ide, maka uang akan datang dengan sendirinya. Banyak pengusaha yang memulai tanpa modal sama-sekali, dan pada akhirnya perbankan berebut menawarkan modal kepadanya. Untuk memulai usaha, sekali lagi bukan modal uang yang dibutuhkan. Pilihlah usaha yang tidak membutuhkan uang untuk memulainya. Kita bisa belajar dari para pedagang yang menjual cash tetapi membeli dengan bayar di belakang. Jadi tidak ada modal uang. Jika memang membutuhkan uang, sementara Anda tidak memiliki uang, pakailah uang orang lain. Cukup sederhana. Masalahnya tinggal bagaimana Anda menggunakan ‘modal’ yang diberikan Tuhan, tubuh dan akal Anda untuk memakai uang orang lain. Modal yang kedua adalah keberanian. Mulai dari sekarang, beranikan diri Anda untuk bermimpi. Mungkin ini agak aneh, tetapi dunia sudah membuktikan bahwa banyak penemuan ilmiah berdasarkan mimpi dan khayalan. Mobil-mobil sekarang ini berasal dari khayalan masa kecil. Ketika mimpi dan khayalan terwujud, kesuksesan sudah menanti di depan mata. Selanjutnya, beranilah berbeda. Ditengah pasar yang kompetitif, menjadi beda adalah hal yang penting. Jika Anda membuat sesuatu yang sama dengan kompetitor Anda, maka produk atau jasa Anda peluangnya berbagi dengan kompetitor Anda. Sesuatu yang berbeda adalah nilai tambah. Dengan berbeda, keuntungan akan lebih besar. Lihatlah sekeliling, apa yang menjadi masalah atau kebutuhan di sekitar Anda. Dengan demikian Anda akan memahami pasar sebelum meluncurkan produk atau jasa. Jika Anda sulit menemukan sebuah bisnis yang benar-benar baru, tidak perlu kecil hati karena Anda bisa memilih bisnis yang masih memiliki prospek pertumbuhan di masa mendatang. Salah satunya adalah bisnis di sektor telekomunikasi. Anda tidak perlu berpikir untuk mendirikan operator baru karena memang bukan itu ‘mainan’ yang tepat untuk pemula, namun lihatlah rantai bisnis telekomunikasi dari hulu sampai hilir. Lihat juga bisnis yang terkait dengan sektor telekomunikasi ini, karena sesungguhnya mata rantai bisnis ini sangat panjang. Selanjutnya siapkan keberanian untuk memulai. Makin cepat akan makin baik. Ibarat antrian, yang lebih dulu akan mendapatkan kesempatan lebih dulu. Buanglah keraguan Anda, karena jika Anda selalu ragu-ragu, maka Anda tidak akan pernah memulai, dan Anda tidak tahu apakah Anda akan berhasil atau gagal. Jika tidak pernah memulai, maka Anda tidak bisa belajar bagaimana menghindari kegagalan dan Anda juga sekaligus tidak pernah mengalami kesuksesan. Anda hanya akan terus berpikir, tanpa pernah mencoba untuk melakukan yang Anda pikirkan. Seorang senior kami di HIPMI, Saudara Purdie E. Chandra yang memiliki Entrepreneur College memiliki sebuah metode memulai yang sederhana. Kita tidak usah berpikir macam-macam, kita lakukan saja semudah kita buang air di WC. Kita tidak pernah memikirkan bagaimana cara memasuki WC, kita juga tidak pernah memikirkan bagaimana cara buang air, apakah dengan ritme atau tidak. Begitu saja terjadi dan selesai. Kita sukses buang air. Kita tidak pernah memikirkan apakah kita akan gagal dalam buang air, kan? Jika kita gagal buang air, kita tinggal makan pepaya. Gitu aja koq repot? Kalaupun ditengah perjalanan ada kegagalan, itu merupakan hal yang sangat biasa. Dengan demikian kita memiliki pengalaman, anggap saja hal itu merupakan biaya sekolah. Lebih baik kita gagal di awal daripada gagal di akhir. Pendiri dan pemilik KFC, telah gagal 19 kali untuk meyakinkan bahwa ayam gorengnya enak dan laku sebelum akhirnya menemui jalan suksesnya. Begitu juga Puspo Wardoyo gagal di tempat asalnya dan memulai usaha Ayam Bakar Wong Solo di Medan. Jika kita belum memiliki pengalaman saat memulai usaha, merupakan sesuatu yang wajar. Pengalaman akan didapatkan seiring perjalanan usaha. Tidak ada seseorang yang tiba-tiba ahli dalam bidang apapun, semuanya melalui proses belajar. Sayangnya menjadi pengusaha tidak ada sekolahnya, sehingga trial and error menjadi salah satu metode yang paling sering digunakan. Jika Anda lulus maka kesuksesan yang Anda raih, jika belum maka kesuksesan Anda akan tertunda. Kesuksesan seorang pengusaha ditentukan oleh berapa kali ia lebih banyak bangun dari kegagalan. Jika sampai disini, masih ada keraguan untuk memulai usaha, saya khawatir Anda belum memiliki mindset seorang pengusaha. Mindset adalah pola pikir. Seorang pengusaha melihat kendala sebagai peluang. Ketika orang-orang perkotaan memiliki budaya malas dan memiliki waktu terbatas untuk mencuci, seorang pengusaha mendirikan usaha laundry. Dengan mindset ini, seorang pengusaha bisa struggle dan survive. Mulai dari sekarang rubahlah mindset Anda. Jika mindset ini sudah terbangun, maka Anda akan memiliki banyak akal, berpikir tidak linier dan mampu mengatasi segala masalah. Ada pameo, lebih baik menjadi kepala semut daripada ekor gajah. Dengan menjadi pengusaha, kita menjadi kepala, bukan ekor. Apakah kemudian badan kita besar atau kecil, tentu tergantung bagaimana kita mengelola usaha kita. Dengan makin majunya ilmu managemen, makin mudah mengelola manajemen perusahaan. Jadi beranikan diri Anda menjadi kepala. Sandiaga S. Uno Ketua Umum BPP HIPMI

Purdi E. Chandra: Kalau Ingin Kaya Ngapain Sekolah?

Untuk menjadi seorang entrepreneur sejati, tidak perlu IP tinggi, ijazah, apalagi modal uang. “Saat yang tepat itu justru saat kita tidak punya apa-apa. Pakai ilmu street smart saja,” ungkap Purdi E. Chandra, Direktur Utama Yayasan Primagama. Menurutnya, kemampuan otak kanan yang kreatif dan inovatif saja sudah memadai. Banyak orang ragu berbisnis cuma gara-gara terlalu pintar. Sebaliknya, orang yang oleh guru-guru formal dianggap bodoh karena nilainya jelek, justru melejit jadi wirausahawan sukses. “Masalahnya jika orang terlalu tahu risikonya, terlalu banyak berhitung, dia malah tidak akan berani buka usaha,” tambah ‘konglomerat bimbingan tes’ ini. Purdi memang jadi model wirausahawan ‘jalanan’ plus modal nekad. Ia tinggalkan kuliahnya di empat fakultas di UGM dan IKIP Yogyakarta. Lalu dengan modal Rp300 ribu ia dirikan lembaga bimbingan tes Primagama pada 10 Maret 1982 di Yogyakarta. Sebuah peluang bisnis potensial yang kala itu tidak banyak dilirik orang. Ia sukses membuat Primagama beromset hampir 70 milyar per tahun, dengan 167 cabang di lebih dari 106 kota. Ia dirikan IMKI, AMIKOM, Entrepreneur University, dan terakhir Sekolah Tinggi Psikologi di Yogyakarta. Grup Primagama pun merambah bidang radio, penerbitan, jasa wisata, ritel, dll. Semuanya diawalkan dari keberanian mengambil risiko. Kini Purdi lebih banyak lagi ‘berdakwah’ tentang entrepreneurship. Bagi Purdi, entrepreneur sukses pastilah bisa menciptakan banyak lapangan kerja. Namun, itu saja tidak cukup berarti bagi bangsa ini. “Saya memimpikan bisa melahirkan banyak lagi pengusaha-pengusaha. Dengan demikian, makin banyak pula lapangan kerja diciptakan. Itulah Mega Entrepreneur,” ungkap Purdi kepada Edy Zaqeus dan David S. Simatupang. Wawancara berikut ini pernah dimuat di majalah Berwirausaha (II/8 Mei/02) dan merupakan bagian dari buku laris manis berjudul Kalau Mau Kaya Ngapain Sekolah!. Berikut petikan wawancara yang berlangsung di kantor Primagama di Jakarta: Bagaimana semangat wirausaha masyarakat kita? Mungkin begini. Salahnya pendidikan kita itu, kebanyakan orang lulus sarjana baru cari kerja. Jadi pengusaha itu mungkin malah orang-orang yang kepepet. Yang tidak diterima di mana-mana, baru dia sadar dan bikin usaha sendiri. Mestinya, kesadaran seperti ini bisa untuk orang-orang yang tidak kepepet. Alasannya, kalau mau usaha harus ada modal, punya ketrampilan. Padahal tidak harus begitu. Saat yang tepat itu justru saat kita tidak punya apa-apa. Ibaratnya kalau kita punya ijazah pun, tidak usah dipikirin. Saya dulu tak tergantung dengan selembar kertas itu. Sekarang mau dijaminkan di bank juga tidak bisa. Hanya buat senang-senang saja kalau sudah sarjana. Apakah pendidikan kita sangat bermasalah? Memang saya lihat pendidikan kita itu dari otak kiri saja. Padahal kalau kita garap yang kanan, porsinya banyak, maka otomatis otak kirinya naik. Tapi kalau kita banyakin kiri, kanan ndak ikut naik. Kanan itu adalah praktek. Saya bilang street smart. Cerdas di lapangan, di jalanan. Orang yang akademik, sekolahnya pintar, IP atau nilai tinggi, dia tidak berani menentang teori. Jadi robotlah. Kalau di situ jadi topeng monyet. Dia tidak berani membuat kreasi sendiri. Padahal hidup dia itu bukan di masa lalu. Hidup dia itu kan di masa datang, dan itu serba berubah cepat. Tidak ada yang sama dengan teori yang dia pelajari. Teori itu kan hasil temuan. Kenapa kita tidak bisa menemukan sendiri? Saya punya contoh, manajemen di Primagama, yang tidak ada di teori. Kalau pun ada di teori pasti disalah-salahkan. Apa itu? Di Primagama, suami-istri bekerja dalam satu kantor itu malah kita anjurkan. Di lain tempat dan di teori itu ndak boleh! Tapi saya praktekkan…ternyata jalan, bagus. Saya melihat, mereka masing-masing bisa saling mengontrol. Maka, menantang teori itu yang utama. Saya malah bisa menaikkan omset Primagama 60%. Contohnya lagi, iklan Primagama yang pakai aktor Rano Karno. Menurut orang kampus, dan pernah dibahas di sana, itu ndak bener! Menurut teori ndak benar. Tapi nyatanya, bagus hasilnya. Saya dulu pernah pakai Sarlito (pakar psikologi dan pendidikan:red), malah ndak ada hasilnya… walau dia doktor atau apa. Jadi street smart itu! Apa artinya street smart? Cerdas di jalanan. Ada academic smart atau school smart. Tapi street smart itu cerdas dengan praktek. Jadi begini, kalau kita punya pengetahuan dengan benar, pengetahuan itu kan akademik. Kita tidak strong, gugur! Kita tidak akan bisa. Kita tidak akan bisa benar. Waktu SD itu ada bacaan-bacaan begini; “Ibu pergi ke pasar membeli sayur.” Kok tidak yang menjual sayur saja? Kok, kata-katanya selalu membeli, bukan menjual? Teryata setelah saya urut-urut, yang nulis itu guru. Coba kalau isinya diubah menjadi menjual, itu akan lain. Kenapa tertarik menonjolkan sisi menjualnya? Kalau saya bertransaksi, itu nilai tambah. Dalam transaksi, duit paling banyak itu kan pengusahanya? Dan paling banyak milik pengusaha. Coba kalau misalnya yang satu membeli saja. Akan terbatas transaksinya. Sehingga kalau memang harus banyak pengusahanya, ya untuk menjual. Setuju dengan pemikiran Kiyosaki “If you want to be rich and happy, don’t go to school”? Kalau saya if you want to be rich and happy, ya.... kalau ingin kaya, ngapain sekolah? Kalau di sekolah tidak akan happy dan kaya. Pendidikan kita tidak bikin happy, malah bikin stres anak. Porsi mainnya kurang. Sejak Taman Kanak-kanak sudah dipaksa main otak kiri. Mungkin itu karena dari menterinya sampai orang-orang tuanya itu otak kiri semua, kan? Dikatakan figur yang bagus itu yang profesor, yang doktor. Padahal kalau kita pilah, yang pintar sekolah memang jadi dosen, jadi dokter. Yang sedang-sedang saja jadi manajer. Tapi yang bodo-bodo sekolahnya malah jadi pengusaha. Penelitian di Harvard begitu. Penyikapan guru terhadap anak yang bodo kok divonis tidak punya masa depan. Mungkin dia berani, kreatif, bisa menemukan apa yang tidak ditemukan oleh anak-anak pintar. Nah, pendidikan kita itu semua mau dijadikan ilmuwan. Seolah ngejar otak kiri saja, ngejar school smart saja. Apa yang harus dilakukan untuk membongkar sistem seperti itu? Memang berat karena dari dulu juga begitu. Maka harus lewat luar, kegiatan-kegiatan ekstra. Maka saya usulkan pendidikan kita dibuat dua sistem; sistem ijazah dan sistem tanpa ijazah. Kalau sekolah tanpa ijazah, orang akan cenderung cari ketrampilan dari praktek yang kelihatan. Yang pakai ijazah untuk yang mau jadi dosen, jadi dokter, jadi ilmuwan. Kalau pelajaran kimia yang pakai ijazah, ya ilmuwan itulah. Kalau kimia yang tidak pakai ijazah, pilihannya ya bikin deterjen, bikin sirup, bikin apa saja yang ada manfaatnya. Kalau semua harus belajar kimia, padahal kita tidak tertarik, berarti dipaksa dan tidak happy jadinya. Kalau di tataran konseptual, apa yang mesti dilakukan? Saya kira Dikbud itu merasa bahwa yang menentukan masa depan Indonesia itu dia. Bikin kurikulum, walaupun sumbernya dari masyarakat, tapi sering terlambat. Kurikulum tahun lalu baru dipakai sekarang. Lebih cepat di luar, kan? Maka kalau saya, pendidikan itu tidak usah diatur. Perguruan Tinggi siapa pun boleh bikin. Dan itu masyarakat yang menilai. Hukum pasar! Titel MBA atau apa dilarang, kenapa? Alamiah aja. Nanti kalau kebanjiran itu orang ndak mau pakai, kan ndak masalah? Kalau banyak manajer belajar ilmu untuk mendapatkan MBA, itu kan bagus? Dalam pendidikan itu sebenarnya mereka dagang. Kalau model-model pendidikan itu masyarakat yang mengembangkan, mungkin baru bagus. Karena pas dengan zaman itu. Misalnya Mc Donald mau bikin Universitas Mc Donald, kenapa tidak? Bagaimana dengan Entrepreneur University yang Anda dirikan? Sebagai entrepreneur, saya punya visi Mega Entrepreneur. Artinya bagaimana seorang pengusaha bisa menciptakan pengusaha lainnya. Kalau pengusaha bisa menciptakan lapangan kerja, itu sudah biasa. Yang saya kejar adalah bagaimana saya bisa menciptakan banyak pengusaha. Dulu visi saya memang menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Kalau seperti itu kan lama. Mungkin hanya ribuan lapangan kerja. Tapi kalau bisa menciptakan banyak pengusaha, lapangan kerja yang tercipta lebih banyak lagi. Karyawan saya pun saya usahakan bisa jadi pengusaha. Kayak manajer-manajer saya, semua sudah punya usaha di luar. Saya ditentang oleh Renald Kasali. Katanya menurut teori itu tidak bisa. ‘Orang kerja kok diajak merangkap jadi pengusaha, itu ndak bisa!’. Saya praktekkan ternyata bisa. Manajer saya punya perusahaan mebel. Menurut Kiyosaki, di sini dia sebagai employee, di luar dia sebagai business owner karena yang mengelola orang lain. Ada manajer saya yang buka bengkel motor. Sopir saya punya kenteng mobil. Sopir saya yang lain punya bisnis jual beli handphone. Karyawan-karyawan itu mau jadi manajer semua ndak mungkin, kan? Harapan paling besar saya, ya mereka jadi pengusaha. Sejak kapan Entrepreneur University berjalan? Entrepreneur University (EU) berjalan baru setahun. Sebelumnya kita sudah sering adakan pelatihan di mana-mana. Tapi cuma beberapa hari, lalu selesai tidak ada follow up. Sekarang lebih jelas, kita ada follow up. Misalnya kita adakan tiga bulan, setelah itu ada klub entrepreneur. Yang itu bisa dilakukan lewat internet, pertemuan-pertemuan, dan juga konsultasi seperti tadi. Di EU diutamakan yang indeks prestasinya (IP) rendah. Memang pernah ada yang protes, orang mau masuk tapi IP-nya tinggi, dia jadi minder. Tapi memang saya lebih mudah mengajar orang yang tidak pintar. Kalau otak kiri sudah kuat, susah berubahnya. Misal dia kuliah di akuntansi, yang feasible tidak feasible, udah…ndak berani-berani dia. Usaha itu bukan perhitungan sebelumnya. Hitungan yang terjadi, itulah usaha. Banyak yang terjadi kita tidak tahu dan tidak kita pikirkan sebelumnya. Saya di Primagama dulu kalau dipikir tidak rasional. Modal saya cuma Rp300 ribu saja. Sekarang asetnya sudah hampir Rp100 milyar, kan? Rasionalnya di mana? Tadi ada seorang direksi bank yang ingin membuat usaha. Seperti dia, dihitung-hitung terus, selalu tidak positif. Akhirnya tidak berani buka usaha. Saya bilang, “jangan dihitung terus!” Usaha itu dibuka, baru dihitung. Ini street smart. Kalau dihitung baru dibuka, ndak akan buka-buka usaha. Makanya, yang membuat orang takut itu bukan sisi gelap, tapi justru sisi terang. Karena terang itu tahu hitung-hitungannya, tahu risikonya gedhe, jadi takut. Kalau gelap, tidak tahu apa-apa, usaha itu tidak takut. Dihitung atau tidak dihitung itu sama saja kok. Padahal entrepreneur harus berani ambil risiko… Itulah, ambil risiko itu berarti harus gelap. Maksudnya jangan terlalu banyak tahu. Setelah jalan, kita pakai ilmu street smart tadi. Street smart itu yang melahirkan kecerdasan entrepreneur yang dibutuhkan untuk pemula usaha. Isi kecerdasan entrepreneur itu ya kecerdasan emosional, spiritual, dan basisnya di otak kanan. Bagaimana cara Anda merealisasikan gagasan Mega Entrepreneur? EU ini saya yang buka dan pelatihannya saya yang mengajar sendiri. Saya bukan cari untunglah, tapi semacam aktulisasilah buat saya. Karena saya ingin jadi Mega Entrepreneur tadi. Sehingga saya bela-belain, ndak harus untung. Kalau nombok pun saya mau untuk memberikan dakwah tentang entrepreneurship ini. Itu yang saya lakukan, dan sudah dua angkatan EU di lima kota. Perkembangan pesertanya cukup positif. Yang sama sekali tidak berani berusaha, kini jadi berani. Bagaimana tren kewirausahaan ke depan? Saya kira itu suatu keharusan. Kalau negara ini mau maju, harus banyak pengusahanya. Kita belum ada kementrian yang khusus mengurusi wirausaha. Di Indonesia banyak bisnis yang bisa dikembangkan menjadi franchise dan tidak harus yang mahal. Di Malaysia sudah ada kementriannya, dan mentrinya mendorong mereka yang mau usaha franchise. Bagaimana entrepreneur yang ideal itu? Ukuran ideal saya adalah dari banyaknya lapangan kerja yang diciptakan. Pengusaha yang bisa melahirkan pengusaha-pengusaha baru. Bisnisnya kalau bisa yang baik-baiklah. Saya suka mengurusi bisnis yang langsung ke pasar. Yang menilai dan menentukan bisnis saya ya pasar. Saya ndak model dengan bisnis lobi-lobi yang harus berhubungan dengan pemerintah. Pernah mengalami pencerahan selama menjadi entrepreneur? Saya mengembangkan sisi spiritual melalui dzikir atau meditasi. Bisnis itu, kalau bisa ya melibatkan yang “di atas”. Tidak bisa berjalan dengan diri kita sendiri. Maka saya kembangkan kecerdasan spiritual. Kalau menggunakan intuisi saja, hanya bisa menunjukkan sesuatu tujuan itu seperti apa….Tapi kalau dzikir, melibatkan Tuhan, kuncinya justru membuat tujuan itu terjadi. Misalnya diramal orang kita tidak hoki. Dengan dzikir itu bisa jadi hoki. Yang tidak baik jadi baik. Arah negatif bisa jadi positif.*

foto ku

foto

ADA idea tetapi TIADA modal

Masalah ini sering saya dengar. Mempunyai idea yang hebat, tetapi, tidak mempunyai modal yang mencukupi untuk mengimplementasikan idea tersebut. Sebahagian daripada saya akan “kesian” apabila dengar masalah sebegini. Sebab, idea yang hebat sepatutnya diimplementasikan… Sebahagian lagi daripada saya pula akan “kesian” pada insan tersebut oleh kerana memikirkan idea yang hebat memerlukan modal! Sebenarnya, idea yang hebat tidak memerlukan modal untuk dimulakan. Kebanyakan idea-idea hebat dipasaran pada hari ini dimulakan bukan menggunakan modal sendiri. Idea yang hebat sudah pasti akan berjaya menarik dana dari pihak-pihak tertentu seperti: sponsor institusi kewangan kerajaan orang ramai. Microsoft di mulakan tanpa menggunakan wang Bill Gates. Pada asalnya, Microsoft mendapat sponsor & funding oleh kerana ia adalah idea yang hebat. Irfan Khairi Sdn Bhd di mulakan tanpa modal sendiri. Bermula dengan penulisan buku Rahsia Jutawan-Jutawan Internet Terbongkar (tidak menggunakan modal, hanya ilmu) dua tahun lalu, dan diterbitkan oleh syarikat lain. Keuntungan royalty digunakan untuk mengembangkan Irfan Khairi Sdn Bhd sehingga hari ini. Betul… saya tidak gunakan pun wang simpanan saya- hanya menggunakan wang pusingan :) Jadi, sekiranya anda mempunyai idea hebat, bukakan minda anda bahawa, idea yang hebat tidak memerlukan modal. Idea yang hebat, dapat MENARIK MODAL dengan sendiri! Mulai hari ini, jangan jadikan modal sebagai alasan tidak mengimplementasikan idea kita. Lihat disekeliling dan bukakan fikiran bagamana untuk meneruskan idea anda. ps: Kalau ada idea hebat tetapi, tidak berjaya menarik modal? Mungkin idea tersebut tidak hebat… takut-takut kita yang syok sendiri Pendapat Anda? Tip Satu Minit yang berkaitan: Latihan yang mungkin akan mengubah hidup anda! Kreatif apabila berniaga Idea hebat ketika cuti… Ingin mulakan perniagaan, tapi tiada idea…

TANPA AGUNAN TETAP BISA KREDIT

Masih soal kredit. Pada beberapa nomor yang lalu, kita telah membahas tentang produk-produk kredit di bank. Sekarang, saya akan membahas tentang produk kredit yang beberapa bulan terakhir ini cukup gencar dipromosikan: KREDIT TANPA AGUNAN. Kita anggap saja Anda ingin membuka usaha yang berskala kecil, renovasi rumah, bayar uang muka kendaraan, atau bahkan untuk membeli komputer seperti permintaan anak Anda. Tapi Anda tidak punya uang. Padahal, keperluan tersebut di atas kelihatannya tidak bisa ditunda lagi. Kalau menunggu Anda mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, mungkin keperluan tersebut baru akan terbeli satu dua tahun lagi. Wah, kelihatannya tidak ada jalan lain. Anda harus pinjam uang. Pinjam ke teman atau keluarga, wahgengsi dong. Mungkin Anda pun mulai mempertimbangkan untuk mencari pinjaman ke bank. Kemudian Anda datang ke bank dan bertemu dengan petugasnya (petugas bank yang kerjanya mengurusi produk kredit dikenal dengan istilah account officer). Si petugas itu mengatakan bahwa kalau Anda ingin mendapatkan pinjaman dari bank, Anda harus melengkapi persyaratannya. Salah satu syaratnya adalah dengan menjaminkan harta yang Anda miliki seperti rumah dan mobil. Dengan demikian, kalau Anda kebetulan tidak bisa mengembalikan pinjaman, Anda bisa menyerahkan rumah atau mobil tersebut sebagai pengganti kredit Anda yang macet. Anda lalu berpikir, wah saya sudah punya rumah dan mobil. Boleh juga nih, begitu pikir Anda. Oke deh. Anda lalu mengisi formulir aplikasi kredit yang diberikan bank kepada Anda. Anda mulai mengisi nama Anda, alamat, pekerjaan, termasuk nilai rumah atau mobil yang Anda miliki. Tapi tunggu dulu. Setelah diperiksa, ternyata pihak bank menyimpulkan bahwa rumah atau mobil yang Anda jaminkan ternyata nilainya dianggap tidak cukup atau tidak sebanding dengan jumlah uang yang ingin Anda pinjam. Apa yang terjadi? Pinjaman Anda ditolak. Wah, kecewa berat deh. AGUNAN JADI KENDALA Susah amat ya? Yang punya rumah dan mobil saja belum tentu bisa mendapatkan pinjaman dari bank, apalagi yang belum punya. Perlu Anda ketahui, bahwa bila Anda ingin meminjam uang sebesar, misalnya Rp 70 dari bank, maka Anda tidak akan mendapatkan pinjaman itu bila harta yang Anda jaminkan cuma bernilai Rp 50. Bahkan kalau harta Anda tersebut nilainya Rp 70 juga, maka Anda tetap belum bisa mendapatkan pinjaman sebesar Rp 70 tersebut dari bank. Anda baru akan mendapatkan pinjaman itu kalau nilai jaminan Anda sekitar Rp 100. Jadi, nilai harta jaminan Anda harus lebih besar daripada jumlah uang yang Anda pinjam. Selain itu, bank juga memiliki sejumlah pertimbangan lain dalam menilai jaminan Anda, seperti bagaimana kondisinya, lokasinya, nilai penyusutannya, keabsahan dokumennya, dan lain sebagainya sehingga secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa harta yang Anda jaminkan tersebut tidak berisiko, cukup layak, dan bisa dijual dengan mudah. Situasi seperti itulah yang mungkin menjadi kendala buat sebagian dari mereka yang ingin meminjam uang dari bank, di mana mereka tidak memiliki harta yang "cukup" untuk bisa dijaminkan. Nah, disinilah bank lalu mengeluarkan produk kredit yang tidak mensyaratkan adanya jaminan, dan lebih bagus lagi kalau pinjaman tersebut bisa digunakan untuk tujuan apa saja. Produk kredit seperti ini disebut Kredit Tanpa Agunan (selanjutnya kita sebut KTA). Wah, enak ya? Kita bisa pinjam uang tanpa perlu menjaminkan harta yang kita miliki. Betul, memang enak. Pada saat ini sudah ada beberapa bank yang mengeluarkan produk KTA. Sebagian dari Anda mungkin sudah sering melihat produk seperti ini diiklankan besar-besar di pinggir jalan, atau bahkan di media massa. KTA dapat diajukan oleh siapa pun, baik karyawan, profesional, maupun wirausahawan. Termasuk Anda. Bedanya dari produk pinjaman biasa, nilai pinjaman Anda dibatasi. Ini karena tidak adanya harta yang dijaminkan sehingga otomatis risiko bank sebagai pemberi pinjaman akan semakin tinggi. Di sinilah biasanya nilai pinjaman pada produk KTA dibatasi, yaitu antara Rp 5 juta sampai dengan Rp 50 juta saja. Jangka waktu kreditnya juga dibatasi agar tidak terlalu panjang, yaitu antara 1 sampai dengan 3 tahun. KTA dapat Anda manfaatkan untuk tujuan apa saja. Anda bisa menggunakannya untuk tujuan konsumtif, seperti membayar biaya pendidikan anak Anda, membiayai pernikahan, atau merenovasi rumah. Di samping itu Anda bisa juga menggunakan KTA untuk tujuan produktif seperti membiayai modal awal suatu usaha, membeli persediaan barang dagangan, membeli mesin, membeli perlengkapan kantor, atau membiayai kebutuhan modal kerja lainnya. Bisa juga Anda memanfaatkan KTA untuk melengkapi atau menutupi kekurangan dana dari pinjaman lainnya bila Anda memang memilikinya. Sebagai contoh, bila sebelumnya Anda memiliki pinjaman di bank di mana rumah Anda disertakan sebagai jaminannya, Anda masih tetap dapat mengajukan KTA. Yang penting penghasilan Anda (setelah dipotong biaya rumah tangga dan biaya lainnya, termasuk didalamnya biaya cicilan kredit bank yang sudah Anda miliki sebelumnya) masih cukup untuk membayar cicilan KTA. Atau bila Anda ingin membeli rumah baru secara kredit melalui KPR (Kredit Pemilikan Rumah), maka bank biasanya tidak akan membiayai seluruhnya. Ia akan meminta Anda membayar uang muka dari Anda sebesar sekitar 30%, dan sisanya dibiayai oleh bank untuk lalu Anda cicil. Nah, bila Anda tidak memiliki uang muka yang 30% itu, Anda bisa mendapatkannya dengan mengambil KTA. Dengan demikian, KTA dapat memenuhi tujuan keuangan apa saja sehingga dapat digunakan dalam situasi dan kondisi kebutuhan Anda. Walaupun demikian, saya tidak menyarankan Anda mengambil KTA jika kebutuhan yang harus Anda biayai tersebut masih bisa dicukupi dengan dana Anda saat ini. KTA memang memberi Anda keleluasaan dalam mengelola keuangan Anda, tapi kondisi, persyaratan, dan sanksi yang menyertainya bisa dikatakan sama dengan produk pinjaman bank pada umumnya. Sehingga kendati lebih fleksibel, komitmen Anda akan sama besar dengan jika Anda memiliki kewajiban pada produk pinjaman lain yang menyertakan jaminan.