Rabu, 28 Juli 2010

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Pengenalan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi belajar sangatlah penting, hal ini dikarenakan dalam rangka membantu anak didik dalam mencapai prestasi yang sebaik-baiknya. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar banyak jenisnya, tetapi dapat digolongkan menjadi dua golongan saja, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar individu. Berdasarkan pada pendapat tersebut di atas, maka untuk lebih jelasnya dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Faktor Intern Adapun yang termasuk didalam faktor yang berasal dalam individu peserta didik ini di antarannya adalah : a. Faktor Jasmaniah 1) faktor Kesehatan Sehat berarti dalam keadaan baik segenap badan beserta bagian-bagiannya atau bebas dari penyakit. Kesehatan adalah keadaan atau hal sehat. kesehatan seseorang berpengaruh terhadap belajarnya. 2) Cacat tubuh Cacat tubuh adalah sesuatu yang menyebabkan kurang baik atau kurang sempurna mengenai tubuh atau badan. Keadaan cacat tubuh yang paling urgen apabila terdapat kecacatan pada pancaindra karena seseorang mengenal dunia sekitarnya dan belajar dengan mempergunakan pancaindrannya. (Suryabrata, 2006: 236). Siswa yang cacat belajarnya juga terganggu. Jika hal ini terjadi, hendaknya ia belajar pada lembaga pendidikan khusus atau diusahakan alat bantu agar dapat menghindari atau mengurangi pengaruh kecacatannya itu. b. Faktor Psikologis Di dalam faktor psikologis, sekurang-kurangnya ada tujuh faktor yang mempengaruhinya di dalam proses belajar di antarannya sebagai berikut : 1) Intelagensi Intelegensi adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis yaitu kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan ke dalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui konsep-konsep yang abstrak secara efektif, mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan cepat. 2) Perhatian Perhatian menurut Gazali adalah keaktifan jiwa yang dipertinggi, jiwa itupun semata-mata tertuju kepada suatu obyek (benda/hal) atau sekumpulan objek. Untuk dapat mejamin hasil belajar yang baik, maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya, jika bahan pelajaran tidak menjadi perhatian siswa, maka timbullah kebosanan, sehingga ia tidak suka lagi belajar. Agar siswa dapat belajar dengan baik, usahakanlah bahan pelajaran selalu menarik perhatian dengan cara mengusahakan pelajaran itu sesuai dengan hobi atau bakatnya. 3) Minat Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus-menerus yang disertai dengan rasa senang. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada daya tarik baginya. Ia segan-segan untuk belajar, ia tidak memperoleh kepuasan dari pelajaran itu. Bahan pelajaran yang menarik minat siswa, lebih mudah dipelajari dan disimpan, karena minat menambah kegiatan belajar. Jika terdapat siswa yang kurang berminat terhadap belajar, dapatlah diusahakan agar ia mempunyai minat yang lebih besar dengan cara menjelaskan hal-hal yang menarik dan berguna bagi kehidupan serta hal-hal yang berhubungan dengan cita-cita serta kaitannya dengan bahan pelajaran yang dpelajari itu. 4) Bakat Bakat adalah kemampuan untuk belajar. Kemampuan itu baru akan terealisasi menjadi kecakapan yang nyata sesudah belajar atau melatih. orang yang berbakat mengetik , misalnya akan lebih cepat dapat mengetik dengan lancar dibandingkan dengan orang lain yang kurang atau tidak berbakat di bidang itu. Dari uraian di atas jelaslah bahwa bakat itu mempengaruhi belajar. jika bahan pelajaran yang dipelajari siswa sesuai dengan bakatnya, maka hasil belajarnya lebih baik karena ia senang belajar dan pastilah selanjutnya ia lebih giat lagi dalam belajarnya itu. Adalah penting untuk mengetahui bakat siswa dan menempatkan siswa belajar disekolah yang sesuai dengan bakatnya. 5) Motif Motif erat kaitannya dengan tujuan yang akan dicapai. Tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau memacu para siswanya agar timbul keinginan dan kemauannya untuk meningkatkan prestasi belajarnya sehingga tercapai tujuan pendidikan sesuai dengan yang diharapkan dan ditetapkan di dalam kurikulum sekolah. (Purwanto, 2004: 73). Di dalam menentukan tujuan itu dapat disadari atau tidak, akan tetapi unuk mencapai tujuan itu perlu berbuat, sedangkan yang menjadi penyebab berbuat adalah motif itu sendirisebagai daya penggerak atau pendorongnya. 6) Kematangan Kematangan adalah suatu tingkat atau fase dalam pertumbuhan seseorang, di mana alat-alat tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru. Kematangan belum berarti anak dapat melaksanakan kegiatan secara terus-menerus, untuk itu diperlukan latihan-latihan dan pelajaran. Dengan kata lain anak yang sudah siap (matang) belum dapat melaksanakankecakapannya sebelum belajar. 7) Kesiapan Kesiapan adalah kesediaan untuk memberi respon atau bereaksi. Kesediaan itu timbul dari dalam diri seseorang dan juga berhubungan dengan kematangan, karena kematanganberarti kesiapan untuk melaksanakan kecakapan. akesiapan ini perlu diperhatikan dalam proses belajar, karena jika siswa belajar dan padanya sudah ada kesiapan, maka hasil belajarnnya akan lebih baik. c. Faktor Kelelahan Kelelahan pada seseorang walaupun sulit untuk dipisahkan tetapi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani (bersifat psikis). Kelelahan jasmani terlihat dengan lemah lunglainya tumbuh dan timbul kecenderungan untuk membaringkan tubuh. Kelelahan jasmani terjadi karena kekacauan substansi sisa pembakaran di dalam tubuh, sehingga darah tidak atau kurang lancar pada bagian-bagian tertentu. Kelelahan rohani dapat dilihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan, sehingga minat dan dorongan untuk menghasilkan sesuatu hilang. Kelelahan ini sangat terasa pada bagian kepala dengan dengan pusing-pusing sehingga sulit untuk konsentrasi seolah-olah otak kehabisan daya untuk bekerja. 2. Faktor Ekstern Faktor ekstern yang berpengaruh terhadap belajar, dapatlah dikelompokkan menjadi 3 faktor, yaitu : a. Faktor Keluarga Keluarga merupakan faktor yang pertama kali memberikan pengaruh terhadap anak dalam belajar. Karena pendidikan yang pertama kali adalah dari dalam keluarga. Adapun faktor-faktor yang memberikan pengaruh dari dalam keluarga adalah: 1. Cara orang itu dalam mendidik anak 2. Relasi antar anggota keluarga 3. Suasana atau keadaan rumah 4. Keadaan ekonomi keluarga 5. Latar belakang kebudayaan b. Faktor Sekolah Sekolah merupakan lapangan pendidikan yang kedua bagi anak didik, oleh karena itu sekolah mempunyai pengaruh terhadap proses belajar anak didik. Adapun yang termasuk faktor yang memberikan pengaruh bagi belajar anak di lingkungan sekolah di antaranya adalah sebagai berikut : 1. Metode mengajar yang di sampaikan oleh guru 2. Kurikulum 3. Relasi antar guru dengan siswa 4. Relasi antar siswa dengan siswa 5. Disiplin Sekolah 6. Alat pengajaran, dan lain-lain. c. Faktor Masyarakat Masyarakat yang dimaksud adalah masyarakat dimana seseorang hidup dan berinteraksi satu sama lainnya. Dari sini dapat timbul berbagai macam bentuk tingkah laku yang dapat mempengaruhinnya. Begitu juga pada diri anak didik, baik secara langsung maupun secara tidak langsung dapat mempengaruhi aktifitas belajarnya. Adapun faktor yang memberikan pengaruh di dalam masyarakat antara lain : 1. Kegiatan siswa dalam masyarakat 2. Teman bergaul 3. Bentuk kehidupan masyarakatnya Berdasarkan pada faktor-faktor yang ada di dalam masyarakat tersebut, maka perlu diusahajan lingkungan yang baik, agar dapat memberikan pengaruh yang positif kepada anak, sehingga mereka dapat belajar dengan tenang untuk meraih prestasi yang baik.(Slameto, 2003 : 54-71).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar