Rabu, 28 Juli 2010

Urgensi Pendidikan

Manusia memiliki potensi untuk dididik dan mendidik sehingga mampu menjadi kholifah di bumi, pendukung dan pengembang kebudayaan. Ia dilengkapi dengan fitrah Allah, berupa bentuk atau wadah yang dapat diisi dengan berbagai kecakapan dan keterampilan yang dapat berkembang, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk yang mulia. Pikiran, perasaan dan kemampuannya berbuat merupakan komponen dari fitrah itu. Itulah fitrah Allah yang melengkapi penciptaan manusia sebagaimana dalam firman Allah QS. Ar-Rum ayat 30 : (tetaplah atas) fitrah Allah yang Telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. Firman Allah yang berbentuk potensi itu tidak akan mengalami perubahan dengan pengertian bahwa manusia terus dapat berpikir, merasa dan bertindak dan dapat terus berkembang. Fitrah inilah yang membedakan antara manusia dengan makhluk Allah lainnya dan fitrah ini pula lah yang membuat manusia itu istimewa dan lebih mulia yang sekaligus berarti bahwa manusia adalah makhluk paedagogik (Daradjat, 2008: 16). Pendidikan sangat penting untuk menunjang kemampuan berpikir seseorang, pendidikan dapat diperoleh dari mana saja dan kapan saja asalkan berdampak positif bagi orang tersebut. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal, tempat berlangsungnya proses belajar dan mengajar, karena itu sekolah harus berperan aktif menjawab tantangan-tantangan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan, Tekhnologi, Sosial, Budaya dan Keagamaan lingkungan masyarakat. Sekolah dalam hal ini adalah tempat untuk mengajar dan mendidik anak. Sekolah memiliki peraturan-peraturan yang harus ditaati oleh siswa-siswi, sekolah didirikan dengan tujuan agar anak didik maju ketingkat yang lebih tinggi. Tujuan sekolah yaitu mendidik anak-anak dengan pendidikan yang sebenarnya sehingga mereka menjadi anggota yang bermanfaat dalam masyarakat di kemudian hari, apabila anggota itu buruk dan lemah niscaya masyarakat akan buruk dan lemah juga apabila tiap-tiap anggota masyarakat itu sempurna, niscaya masyarakat itu akan sempurna pula. (Hasbullah, 2009: 46) Orang tua menyerahkan anaknya ke sekolah, supaya guru mendidik anak tersebut dengan sebaik-baiknya. Orang tua tidak melaksanakan pendidikan dengan sendirinya sebab itu, sekolahlah yang diharapkannya, untuk menyempurnakan pendidikan itu. Kehidupan masa sekarang dengan berkembangnya zaman, seseorang haruslah memeliki ilmu pengetahuan dan pengalaman untuk menempuh gelombang kehidupan yang hebat baik dari segi keilmiahan maupun dari segi amal perbuatan, ataupun dari segi keagamaan. Untuk tercapainya semua itu haruslah saling membantu antar orang tua, sekolah dan masyarakat secara keseluruhan, agar tercapai pendidikan yang sempurna. Pendidikan bukanlah sekedar seorang guru mengajarkan pengetahuan dan melatih keterampilan kepada siswa dalam melaksanakan sesuatu, tetapi harus lebih luas dari pada itu, yaitu pendidikan harus dilakukan untuk membentuk kepribadian anak sesuai dengan ajaran agama. Semakin bertambahnya usia anak maka semakin banyak pula rintangan yang dihadapinnya, apalagi ketika usia anak memasuki remaja, kesatuan arah pendidikan yang dilalui oleh remaja akan sangat membantu perkembangan mental dan pribadinya. pendidikan agama yang diterima sejak kecil, baik dirumah, di sekolah maupun di masyarakat akan membawa akibat sangat berbahaya terhadap hari depan seseorang bahkan sampai tuanya. Maka di dalam agama islam pemuda atau remaja sangatlah diutamakan pendidikannya, apalagi untuk menghadapi tantangan zaman. Pendidikan agama yang baik, tidak saja memberikan manfaat bagi seorang pemuda atau remaja, akan tetapi membawa manfaat terhadap masyrakat dan lingkungannya bahkan masyarakat ramai dan umat manusia seluruhnya. Dengan demikian penting suatu agama bagi seseorang. Dalam mengikuti pendidikan siswa selalu berusaha untuk mendapat lebih meningkatkan kesempurnaan pribadinya. Maka mereka juga ingin berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan untuk mengembangkan syiar agama. Dengan mengikuti pendidikan siswa atau remaja selalu berusaha untuk ilmu pengetahuan, baik ilmu pengetahuan umum maupun pengetahuan agama, dan pengetahuan itu telah memenuhi otak remaja, di samping itu juga remaja sedang berusaha untuk mencapai peningkatan dan kesempurnaan pribadi maka remaja pun ingin mengembangkan agama, mengikuti perkembangan atau alur jiwanya yang sedang berkembang dan tumbuh. Remaja ingin menonjolkan dirinya, ingin diikut sertakan dalam berbagai kegiatan di masyarakat termasuk kegiatan keagamaan, guru dan masyarakat hendaknya dapat memberikan peluang bagi mereka untuk dapat ikut aktif dalam kegiatan-kegiatan masyarakat, terutama yang berhubungan dengan agama. Pendidikan pada tingkat menengah ini sepertinnya segala sesuatunya akan dipersiapkan, baik itu keadaan siswa didalam lingkungan masyarakat sekitarnya, diharapkan siswa sudah mampu untuk mengadakan hubungan interaksi sosial didalam masyarakat, keluarga dan sekolah dengan baik bahkan kemampuan siswa untuk memfilter kebudayaan yang ada maupun kebudayaan yang datang dari luar lingkungannya, bahkan akan dipersiapkannya untuk dapat melanjutkan pada pendidikan tingkat tinggi (PT). Maka pendidikan seseorang adalah dilaksanakan untuk menghimpun kecerdasan sesorang yang berdasarkan ilmu pengetahuan dan kecakapan dalam perbuatan di dalam masyarakat, keluarga, dan sekolah serta cakap di dalam melaksanakan pekerjaan. Dalam salah satu program belajar mengajar antara guru dan siswa adalah kegiatan di dalam membina atau pembinaan ibadah, dengan mengadakan sholat secara bersama-sama pada waktunya melibatkan para siswa pada peringatan hari-hari besar Islam seperti pembangunan Masjid, mengumpulkan sedekah, pemotongan hewan qurban, rebana, ceramah, diskusi keagamaan dan lain sebagainya baik itu yang dilaksanakan disekolah maupun yang dilaksanakan di dalam masyarakat. Setelah penulis paparkan sedikit urgensi pendidikan pada kehidupan manusia, ada baiknya dipahami terlebih dahulu mengenai pendidikan agama Islam. Terdapat beberapa pengertian terhadap Pendidikan Agama Islam menurut Zakiah Daradjat (2008 :86), yaitu : a) Pendidikan Agama Islam ialah usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar kelak setelah selesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam serta menjadikannya sebagai pandangan hidup (way of life). b) Pendidikan Agama Islam ialah pendidikan yang dilaksanakan berdasarkan ajaran Islam. c) Pendidikan agama Islam adalah pendidikan dengan melalaui ajaran-ajaran agama Islam, yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selasai dari pendidikan ia dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam yang diyakininya secara menyeluruh, serta menjadikan ajaran agama Islam itu sebagai suatu pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia maupun di akhirat kelak. Dengan demikian pendidikan Agama Islam merupakan suatu pendidikan yang bekesadaran dan bertujuan sangat mulia, di dalam tujuan hidup manusia diberi kesempatan sesuai dengan batas waktu yang telah diciptakan Allah melalui musnahnya dunia fana ini. Dengan diciptakannya manusia dan alam sekitar sebagai makhluk yang baru, yang kemudian hari akan dihisap atau diperhitungkan dan dibalas sesuai dengan amal perbuatannya. Konsepsi tentang alam semesta ini beserta manusia memperjelas bahwa keberadaan manusia dimuka bumi ini bukanlah hanya sekedar suatu penghambaan, ketundukan kepada Allah dan mencari kesenangan di dunia ini saja, akan tetapi di dalam Al-Qur’an telah tercantum di dalam surat Az-Zariayat : 56 yang berbunyi : Artinya: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku Begitu pentingnya tugas manusia di muka bumi ini, pendidikan haruslah mempunyai tujuan yang sama dengan penciptaan manusia. Bagaimanapun pendidikan agama Islam merupaka syarat terhadap pengembangan nalar dan penataan prilaku didalam kehidupan sehari-hari dalam berinteraksi sesama dengan makhluk Allah. Perealisasian pendidikan agama Islam tidaklah hanya diartikan sebagai upaya manusia yang berfokus pada aspek ritualnya saja. Sebagaimana tujuan dari pendidikan Islam secara khusus yaitu: 1. Memperkenalkan kepada generasi muda akan akidah-akidah Islam, dasar-dasarnya, asal-usul ibadat, dan cara-cara melaksanakannya dengan betul, dengan membiasakan mereka berhati-hati, mematuhi akidah-akidah agama dan menjalankan serta menghormati syiar-syiar agama. 2. Menumbuhkan kesadaran yang betul pada diri pelajar terhadap agama termasuk prinsip-prinsip dan dasar-dasar akhlak yang mulia. 3. Menambah keimanan kepada Allah pencipta alam, juga kepada malaikat, rasul-rasul, kitab-kitab, dan hari akhir. 4. Menumbuhkan minat generasi muda untuk menmbah pengetahuan dalam adab dan pengetahuan keagamaan agar patuh mengikuti hukum-hukum agama dengan kecintaan dan kerelaan. 5. Menanamkan rasa cinta dan penghargaan kepada Al-Qur’an, berhubungan dengannya , membaca dengan baik, memahaminya, an mengamalkan ajaran-ajarannya. 6. menumbuhkan rasa bangga terhadap sejarah dan kebudayaan Islam dan pahlawan-pahlawan dan mengikuti jejak mereka. 7. Menumbuhkan rasa rela, optimisme, kepercayaan diri, tanggung jawab, menghargai kewajiban, tolong -menolong atas kebaikan dan taqwa, kasih sayang, cinta kebaikan, sabar, perjuangan untuk kebaikan, memegang teguh prinsip-prinsip, berkorban untuk agama dan tanah air, serta siap untuk membelannya. 8. Mendidik naluri, motivasi, keinginan generasi muda dan membentengi mereka menahan motivasi-motivasinya, mengatur emosi dan bimbingannya dengan baik. Begitu juga mengajar mereka, berpegang dengan adab kesopanan pada hubungan dan pergaulan mereka, baik dirumah, sekolah atau ditempat lainnya. 9. Menambah iman yang kuat kepada Allah pada diri mereka, menguatkan perasaan agama, menyuburkan hati mereka dengan kecintaan, zikir dan takwa kepada Allah. 10. Membersihkan hati mereka dari dengki, iri hati, benci, kezaliman, egoisme, tipuan, khianat, nifaq, ragu, perpecahan dan perselisihan. (Rosyadi, 2009: 171-172) Jadi pendidikan agama Islam yang telah terkonsep sedemikian rupa sempurnannya akan dapat mendidik para siswa agar menjadi panutan dan tauladan baik bagi keluargannya maupun masyarakat di sekelilingnya, mendidik agar menjadi insan yang berbudi luhur dan mempunyai prilaku yang mulia, mengarahkan bagi mereka yang telah tergelincir agar bisa diharapkan nantinya kembali lagi kejalan yang benar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar