Selasa, 26 Januari 2010

Konsep Seorang Pemimpin Dalam Islam

Apakah pemimpin itu lahir begitu saja? Kalau singa, sudah dilahirkan menjadi raja hutan, tetapi manusia ada yang memiliki bakat menjadi pemimpin, belum tentu dapat memimpin dengan baik kalau tidak disertai dengan ilmu. Menurut analisa di Indonesia, ada jenis pemimpin ulama pesantrenan: dibesarkan di pesantren, ilmu agamanya luas, tapi kelemahannya kata para ahli adalah dalam bidang manajemen, sehingga sulit untuk mengurus sesuatu yang besar. Ada juga yang birokrat: aktif di islam, kemampuan organisasinya bagus tetapi pendalaman agamanya belum mantap. Ada tipe mubaligh yang seperti selebritis: dia ceramahnya bagus, diliput media massa, akhirnya jadi terkenal dimana-mana, dijadikan idola, tetapi kadang-kadang kurang mengakar dalam menggerakkan masyarakat. Yang kita impikan adalah yang seperti Rasul, dia mumpuni dalam keilmuannya, berkemampuan dalam manajemen, beliau juga punya kemampuan membangun opini di masyarakat . Dengan dasar "Setiap diantaramu adalah pemimpin", setiap kepemimpinan akan ditanya oleh Allah. Semua pemimpin termasuk pemimpin rumah tangga tidak terkecuali. Berikut rumus sederhana untuk menjadi pemimpin yang dicintai. Pemimpin itu bukan yang mengerjakan segalanya sendiri, kalau ia melakukannya sendiri akan gagal ia memimpin. Kalau kita ingin untung sendiri akan sengsara akhirnya, karena kita sering merasa untung jika kita untung sendiri, padahal keuntungan sebenarnya bagi kita adalah jika kita menjadi jalan keuntungan bagi orang lain. Pemimpin dan kepemimpinan memainkan peran penting dalam pembaharuan Negara, di tengah gerakan pembangunan bahkan juga pada masa pemberontakan, revelolusi, dan reformasi, dan hal ini sudah terbukti dalam sejarah . Begitu besarnya pengaruh pemimpin dan kepemimpinan, sehingga penulis tertarik untuk menulis sebuah makalah yang berjudul ” Pemimpin dalam Konsep Islam " dengan harapan dapat menjadi bahan renungan kita sebgaik generasi muda yang kelak akan menjadi seorang pemimpin untuk mempersiapkan diri menambut masa gemilang itu. Karena ,"Young generation today, leader tomorrow". Kepemimpinan dalam Pendidikan Islam Kepemimpinan merupakan sekumpulan dari serangkaian potensi dan sifat kepribadian (characteristic of personality), termasuk didalamnya kewibawaan, untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka menyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa. Pemimpin dan kepemimpinan memainkan peran penting dalam pembaharuan Negara, ditengah gerakan pembangunan bahkan juga pada masa pemberontakan, revolusi, dan reformasi, hal ini sudah terbukti dalam sejarah. Rasulullah SAW adalah suri tauladan. Ketika Rasul mengajak jihad, beliau langsung ada di barisan paling depan. Bahkan Imam Ali mengatakan kalau pertempuran sudah berkecamuk begitu dashyat maka kami berlindung di balik Rasul. Beliau itu bertempur paling depan, bersedekah seperti angin dan hidup bersahaja. Ketika Rasul menyuruh bertahajud, kakinya sampai bengkak. Ketika Rasul menyuruh shaum perutnya sampai diganjal dengan batu. Ketika Rasul menyuruh orang berakhlak mulia, beliaulah yang akhlaknya paling mulia. Apapun yang beliau katakana kepada umatnya, pasti beliau lakukan. Itulah sebabnya ribuan tahun sampai kini, ribuan kilometer jaraknya, masih tetap kuat pengaruhnya. Kepemimpinan itu adalah pengaruh. Siapa yang pengaruhnya paling kuat dialah yang kepemimpinannya paling kuat. Jika kita ingin menyelamatkan orang lain harus terlebih dahulu menyelamatkan diri. Bagaimana mungkin menyelamatkan orang lain, kalu diri tidak selamat. Selamatkan diri kita agar punya kemampuan menyelamatkan orang lain. Kita tidak akan dapat menolong orang lain kalau kitanya rusak. Dimensi-dimensi Kepemimpinan Ada empat dimensi pokok fari struktural fundamental kepemimpinan ; a. Bantuan (support), tingkah laku yang membesar perasaan berharga seseorang dan merasa dianggap penting b. Kemudahan interaksi (good interaction), tingkah laku yang memberanikan anggota-anggota kelompok untuk mengembangkan hubungan-hubungan yang saling menyenangkan c. Pengiutamaan tujuan (goal priority), tingkah laku yang merangsang antusiasme bagi penemuan tujuan kelompok mengenai pencapaian prestasi yang baik d. Kemudahan bekerja (good management), tingkah laku yang membantu pencapaian tujuan dengan kegiatan-kegiatan seperti penetapan waktu, pengoordinasian, perencanaan, dan penyediaan sumber-sumber seperti alat-alat, baha-bahan, dan pengetehuan teknis. Pendekatan Kepemimpinan Pendekatan kepemimpinan meliputi ; a. Pendekatan sifat-sifat (caracteristic approach), dimana seseorang menjadi pemimpin karena sifat-sifatnya yang dibawa sejak lahir, bukan karena dibuat-buat atau dilatih b. Pendekatan perilaku (behavioral approach), pendekatan yang berdasarkan pemikiran bahwa keberhasilan atau kegagalan pemimpin ditentukan oleh sikap dan gaya kepemimpinan yang dilakukan oleh pemimpin yang bersangkutan c. Pendekatan situasional (situational approach, didasarkan atas asumsi bahwa keberhasilan kepemimpinan suatu organisasi atau lembaga tidak hanya bergantung pada atau dipengaruhi oleh perilaku dan sifat-sifat pemimpin saja Tipe-tipe Kepemimpinan Tipe-tipe kepemimpinan dapat diklafikasikan sebagai berikut ; a. Kepemimpinan yang otokratis, pemimpin bertindak sebagai diktator (bersifat memaksa) terhadap anggota-angotanya b. Kepemimpinan yang laissez faire, pemimpin yang termasuk tipe ini sama sekali tidak memberikan kontrol dan koreksi terhadap pekerjaan anggota-anggotanya atau membiarkan orang-orang yang berbuat sekehendaknya c. Kepemimpinan yang demoktatis, dimana rahasia lainnya, pemimpin dalam Islam itu adalah pelayan umat untuk setiap masalah itu perlu adanya musyawarah. Jadi kalau diilustrasikan lewat piramida, piramidanya seperti piramida terbalik, dan pemimpin adalah yang di bawah. Maka siapapun yang menjadi pemimpin, dia harus mengeluarkan pengorbanan yang paling besar dibanding dengan orang yang dipimpinnya. Pemimpin harus berpikir keras, sekuat-kuatnya untuk memajukan orang yang dipimpinnya. Ini baru pemimpin sukses. Seorang guru yang baik adalah yang membuat murid-muridnya pintar, kalau tidak guru tersebut dianggap tidak bisa mengajar. Orang tua yang sukses adalah orang tua yang mengeksploitir dirinya supaya anaknya lebih baik dari dirinya. Ibu dan Bapak masing-masing memiliki pengalaman dan masa lalu kemudian menikah, ini akan lebih bagus tentunya. Bayangkan: dua potensi, kapasitas, ilmu dan masa lalu bersatu menjadi anak, seharusnya anak ini menjadi brilian tetapi kadang-kandang kita terlalu sibuk masalah kantor, masalah uang akibatnya anak jadi gagal. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepemimpinan a. Keahlian dan pengetahuan b. Jenis pekerjaan atau lembaga c. Sifat-sifat kepribadian pemimpin d. Sifat-sifat kepribadian pengikut atau kelompok yang dipimpinnya e. Sangsi-sangsi yangaada di tangan pemimpin Sifat-sifat Kepemimpinan dalam Islam 1. Ikhlas, ciri orang yang ikhlas itu adalah jarang kecewa. Orang yang ikhlas itu dipuji/dicaci sama saja. Kalau kita bertambah semangat ketika dipuji, dan patah semangat karena dicaci, tidak melakukan karena tidak ada yang memuji itu namanya kurang ikhlas. Kita hanya melakukan saja, mau dipuji atau tidak silakan saja, Allah Maha Melihat. Makanya terus memberi contoh sambil terus berharap diterima Allah amalan kita. Dengan kombinasi keyakinan, yang kita contohkan menjadi bagian dari diri kita, kesabaran yang prima, dan keikhlasan. 2. Taat kepada Allah dan Rasul-Nya, bagaimana orang yang kita pimpin jadi ahli ibadah. Sebab kalau yang kita pimpin jauh dari Allah, siapa lagi yang akan menolong. Misal kita punya toko, kita harus berjuang agar karyawan yang ada jadi dekat dengan Allah, sebab kalau mereka dekat dengan Allah, Allah pasti akan menolong. Seorang suami harus berpikir sekuat-kuatnya agar istri dan anak dekat dengan Allah, sebab bisa saja kita tiba-tiba mati. Tetapi kalau dia dekat dengan Allah, Allahlah yang melindungi. Perlindungan ini jauh dari jangkauan manusia. Seorang suami itu bukan pemberi rezeki, suami itu sama-sama adalah pemakan rezeki. 3. Sabar dan memiliki kestabilan emosi 4. Jujur, adil, dan dapat dipercaya 5. Ahli dalam jabatannya, bertanggung jawab, dan bersifat menolong 6. Menjauhkan diri dari hal-hal yang haram dan 7. qonaah Peranan Seorang Pemimpin Jika kita teliti peranan kepemimpinan, tepat kiranya apa yang dikemukakan oleh bapak pendidikan kita, Ki Hadjar Dewantara bahwa pemimpin yang baik haruslah menjalankan peranan sebagai berikut ; 1. Ing ngarso asung tulodo (di depan menjadi contoh) 2. Ing madyo mangun karso (di tengah-tengah menjadi orang mampu membangkitkan semangat kreatifitas) 3. Ing tut wuri andayani (mampu memberikan motivasi) Kesimpulan Kepemimpinan adalah sangat beperan penting dalam kemajuan bangasa ini. Semua kebijakan yang ada adlah berasal dari pemimpin. Bedasarkan pembahasna dalam makalah diatas, ini memgisaratkan bahawa semua manusia berpeluang untuk menjadi seorang pemimpin,setidaknya menjadi pemimppin diri sendiri dan keluarga. Kepemimpinan hanya dapat dirasakan apabila terdapat sekelompok orang-orang yang melakukan usaha bersama atau dengan perkataan perkataan lain yang terdapat suat ukehidupan sosial. Oleh karena itu, jelaslah bahwa kepemimpinan adalah terkait dengan usaha kelompok dan karenanya gejala kelompok menunjukan adanya kehidupan bersama atau kehidupan sosial. Pemimpin itu bukan yang mengerjakan segalanya sendiri, kalau ia melakukannya sendiri akan gagal ia memimpin. Kalau kita ingin untung sendiri akan sengsara akhirnya, karena kita sering merasa untung jika kita untung sendiri, padahal keuntungan sebenarnya bagi kita adalah jika kita menjadi jalan keuntungan bagi orang lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar