Selasa, 27 Mei 2008

PENYIMPANGAN DALAM DIRI PEMUDA

Fenomena Penyimpangan Dalam Diri Pemuda

Masa muda seperti pedang yang mempunyai dua mata, di satu sisi unsure kebaikan, yang terarah kepada pengabdian dan perbaikan berdaya guna tinggi serta konstruktif. Sedangkan sisilan sebaliknya, yakni penyimpangan unsure yang menyebabkan keburukan yang dapat melingkupi kehidupan, yang alirannya menghanyutkan, meruntuhkan dan menghancurkan. Keburukan yang merusak dan membahayakan. Di sini tampaklah penyimpangan yang terlihat pada kebanyakan pemuda secara umum, dan pada pemuda muslim khususnya. Merekapun jatuh di bawah tekanan kesulitan dan berada dalam lingkaran degradasi moral serta konflik.

Oleh karena itu banyak kajian yang beraneka ragam untuk mengobati fenomena penyimpangan pada diri pemuda, mencari penyebab penyimpangan tersebut. Meneliti penyembuhannya dan menetapkan pemecahannya, kemudian diadakan kerjasama untuk melaksanakan pengobatan tersebut guna membawa pemuda ke tempat yang aman dan keselamatan.

Diagnosa Penyimpangan

Diagnosa dilakukan untuk mengetahui cirri-ciri penyimpangan dan kemudian mencari penyebab timbulnya penyimpangan dan sumbernya. Juga keadaan yang melatarbelakanginya, akhirnya berusaha mencari obat atau solusi dan penyembuhannya.

Penyimpangan secara bahasa berarti kecenderungan berjalan ke ujung atau tepi, dan melepaskan sesuatu. Maka penyimpangan adalah keluar dari jalan kebenaran dan jauh dari jalan tengah yang lurus, meninggalkan keseimbangan, serta berpegang pada sisi masalah yang bukan hakekatnya. Konsep ini banyak terjadi pada pemuda dalam gambaran yang bermacam-macam, dapat di klasifikasikan sebagai berikut:

Penyimpangan perilaku (akhlak)

Yaitu , dengan menjauhi akhlak yang mulia dan memilih akhlak yang buruk seperti sifat lemah, mudah menyerah, manja dan berperilaku kekanak-kanakan, serta tidak menjaga diri dan kehormatannya.

1. Penyimpangan pemikiran

Seperti kekosongan pikiran, jiwa dan akidah dari agama serta menerima pikiran-pemikiran asing, fanatic terhadap suku bangsa tertentu , kaum tertentu, partai tertentu , fungsional dari lulusan tertentu, percaya pada tahayul dan mistis.

2. Penyimpangan Agama

Seperti radikalisme Agama, fanatic terhadap suatu mazhab/ sekte tertentu, kemurtadan dan eksistensialisme , juga sikap nya yang berlebihan mengecek prinsip-prinsip, nilai-nilai, kitab suci serta tokoh-tokoh agama.

3. Penyimpangan sosial dan hukum

Seperti anarkisme, terorisme, kecenderungan berbuat criminal, pencurian , pembunuhan, perampokan, kecanduhan al-kohol , obat-obat terlarang.

4. Penyimpangan jiwa (psikis)

Seperti mengasingkan diri, kehilangan jati diri, kehilangan harapan masa depan, terlalu mementingkan penampilan serta ingin selalu meniru orang lain (mengikuti frend)

5. Penyimpangan ekonomi (finansial)

Seperti bermew- mewahan, berbuat mubazir, pamer pakaian, perhiasan serta harta, menyia-nyiakan waktu. Berfoya-foya dengan harta secara umum maupun khusus.

Tempat Berpenyakit dan Sumber Obatnya

Penyebab kesesatan itu banyak, seringkali yang melatarbelakangi kesesatan adalah tempat-tempat kemaksiatan, peraturan-peraturan yang dipertanyakan kebenarannya. Pihak yang menjadi sumber kesesatan pemuda dan yang lainnya adalah tempat berpenyakit serta wabah baik internal maupun eksternal , local maupun internasional. Seluruh usaha para cendekiawan dan pendidik dikerahkan untuk perbaikan serta penyembuhan, hal itu dapat dicapai dengan keterlibatan tiga pihak utama untuk dipahami.

1. Keluarga dan rumah

2. Sekolah dan pendidikan

3. Masyarakat dan lingkungan kenyataan (data informasi) peradaban modern

Kesesatan Yang Disebabkan Keluarga Dan Penyembuhannya

Keluarga adalah lingkungan pertama dimana manusia hidup mendapatkan bimbingan. Dalam keluarga tumbuh berbagai bakat, terbentuk pemikiran, dan pemuda beraktivitas dalam keluarga.

Adalah institusi pendidikan utama untuk membentuk generasi dan membangun pemuda . entah itu dengan pendidikan yang baik atau yang buruk, yang akan menghasilkan kebaikan atau keburukan. Dari sini muncul juga kesesatan pemuda dan persoalannya dan harapan untuk memperbaiki serta mengobati kesesatan tersebut.

Beberapa contoh sebagai berikut:

1. Akibat Kurangnya Pendidikan

Banyak kesesatan pemuda atau remaja yang disebabkan oleh kurangnya orang tua mendidik anak-anaknya, dimana mereka mengabaikannya diwaktu kecil. Dan obatnya adalah perbaikan atas pendidikan yang salah yang diberikan orang tua. Dan mereka orang tuapun harus bersegera mendidik pemuda/ remaja sejak dini, sejak kelahiran, bahkan sebelum kelahiran mereka. Serta ketika masa bayi dan masa menyusui.

2. Kesesatan Kedua Orang Tua.

Orang tua melakukan kesesatan dan penyelewengan seperti minum-khamar (beralkohol), memakai obat-obatan terlarang yang mana hal itu diikuti dengan taklid buta oleh remaja dan anakpun mengikuti kesalahan orang tua. Obatnya kesesatan ini adalah keluarga yang menjauhi semacam itu dan untuk memberikan contoh yang baik, tauladan yang patut ditiru.

3. Perpecahan Keluarga

Yaitu kehidupan rumah tangga yang berantakan dan hilangnya hubungan sejajar antara kedua suami, istri, dan hal ini berpengaruh pada jiwa anak serta remaja, tertanam dalam jiwa mereka angguan kejiwaan, dan mereka mewarisi ahlak yang rusak. Dan obatnya adalah agar keluarga menjadi pusat keutamaan, tempat kesempurnaan juga bersepakat dalam rencana dan perilaku dan bersikap adil, hendaklah keluarga menjauhi seluruh perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.

4. Kontradiksi Perilaku Orang Tua

Seperti kontradiksi antara perkataan yang diucapkan untuk menasehati anak dan perbuatan. Juga perilakunya, misalnya: ayah melarang merokok, berbohong, menipu, tetapi ia sendiri memperaktikkannya. Obatnya kesesatan ini adalah: hendaklah perkataan di dukung oleh perbuatan, orang tua harus menjadi contoh utama yang patut dicontohi anak-anaknya (remaja).

5. Kesalahan Dalam Membimbing Anak

Orang tua melupakan kebutuhan, dan tidak memahami keadaan anaknya (remaja) kondisi dan perasaan mereka. Obat kesesatan yang seperti ini adalah orang tua harus memperlakukan anaknya dengan baik, dan memberikan kepercayaan.

6. Keadaan Ekonomi Untuk Keluarga

Seperti orang tua tidak mampu memberi mereka cukup pangan dan kebutuhan penting lainnya, dan permasalahan rumah tangga dan kecerobohan dalam memecahkan masalah, tempat tinggal sendiri yang terpisah dari orang tua serta pesta-pesta yang mewah. Semua itu terletak hanya di tangan keluarga dalam wujudnya dan solusinya serta dalam penyakit dan pengobatannya.

7. Perilaku Orang Tua Yang Buruk Terhadap Anak.

Pengobatannya adalah agar orang tua memperlakukan pemuda (remaja) dengan baik serta menyiapkan bagi mereka lingkungan yang kondusif dengan seluruh penghuni rumah tangga dan kerabat mengadakan pertemuan yang membangun mental mereka.

Islam menganggap keluarga sebagai penanggung jawab pendidikan anak dan menjaga kesuciannya, melindungi pemuda dari kesesatan. Sabda Rasulullah SAW:

" Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci, maka orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Seperti juga binatang buas menghasilkan kumpulannya. Apakah engkau merasakan adanya perbedaan?

DAFTAR PUSTAKA

Nata Sadjah. 2000. Pendidikan Bernuansa Qur'an. Palembang: Universitas Sriwijaya

Zuhaili, Muhammad. 2002. Pentingnya Pendidikan Islam Sejak Dini. Jakarta: AH Ba'adillah Press.

Di posting oleh Hendri Firmansyah, Mahasiswa Semester VIII Program Studi Tadris Bahasa Inggris Jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkulu email: seniorrover7@gmail.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar