Minggu, 14 Desember 2008

Cara Mudah Mengelola Keuangan & Melipatgandakan Kekayaan Dengan Kecerdasan Sipiritual

"Berapa pun penghasilan Anda saat ini, Anda bisa hidup sejahtera berkecukupan secara cepat. Jika Anda mau Take Action sekarang! Hanya dengan cara yang sederhana!" Saat ini, Anda mungkin berada pada salah satu kondisi keuangan berikut ini: - Punya penghasilan kecil sehingga tidak cukup, atau - Punya penghasilan besar tapi juga tidak cukup, atau - Tidak punya penghasilan, karena tidak memiliki bisnis maupun pekerjaan, - atau masalah lainya.... Apapun kondisi keuangan Anda, saya yakin Anda sudah berusaha untuk mendapatkan uang dan kesejahteraan. Bahkan ada juga orang yang sudah berjuang habis-habisan, 'jungkir balik' membanting tulang untuk meraih kesejahteraan lahir batin. Tapi sayangnya bertahun-tahun berusaha, bertahun-tahun itu pula mereka merasa belum mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mungkin mereka sudah mendapatkan banyak uang, namun kondisi keuangannya berantakan karena tidak cukup bahkan harus menanggung banyak hutang. Mungkin juga mereka sudah banyak uang, tapi waktunya ’tergadaikan', sehingga tidak bisa bersama keluarga dan anak-anaknya. Lebih ironis lagi, jika penghasilan pas-pasan dan tidak memiliki waktu untuk keluarga dan anak-anak. Anda pasti menginginkan perubahan hidup menjadi lebih baik. Oleh karena itu, sampai membaca situs ini, bukanlah sebuah kebetulan. Anda sedang mencari suatu cara untuk mengubah kehidupan Anda. Saya yakin pula ini adalah cara Tuhan untuk mempertemukan kita agar bisa berbagi pengalaman dalam meraih kesejahteraan. Setelah merasakan pahit getir dalam mengelola keuangan, dan setelah sekian lama mempelajari cara hidup sejahtera berkecukupan dari guru-guru keuangan terbaik dunia melalui buku-buku mereka maupun langsung mengikuti seminarnya, akhirnya saya menemukan KUNCI HIDUP BERKECUKUPAN. Ternyata, kunci sukses finansial itu tidak hanya terletak pada kerja keras yang kita lakukan. Kerja keras, berhemat, menabung, belajar bisnis, dan investasi, memang rumusan umum yang biasa kita praktekkan. Rumusan ini tidak salah, bahkan sangat benar! Tetapi rumusan umum itu hanya memberikan hasil yang biasa-biasa saja. Bahkan seringkali kita sulit memahami, mengapa uang yang sudah kita kumpulkan dengan cara itu, tiba-tiba harus keluar dan habis begitu saja dengan cara yang tidak disangka-sangka. Sebagian besar orang selalu berpikir rasional dalam urusan rezeki. Padahal, urusan rezeki, jodoh dan mati adalah irasional, karena ketiga urusan itu diluar nalar manusia. Awalnya saya pun selalu berpikir demikian (rasional). Dan hasilnya .... Meski saya seorang bankir di bank BUMN (baca profil di www.safakmuhammad.com) dengan penghasilan yang cukup besar, tapi saya selalu kekurangan. Bahkan saya harus menanggung hutang ratusan juta rupiah, seakan tidak akan terlunasi dalam waktu dekat. Waktu itu saya tidak tahu mengapa ini bisa terjadi. Saya juga tidak mengerti mengapa setiap kali mencoba mencari penghasilan tambahan, baik dengan cara berinvestasi maupun bisnis selalu berakhir RUGI! Bahkan selama kurun waktu lima tahun antara 1999 – 2004, saya sudah mencoba empat kali investasi saham maupun kerjasama penanaman modal usaha, serta lima kali merintis bisnis. Sembilan kali gagal, membuat saya harus berinstropeksi. Tapi satu hal yang sangat saya syukuri adalah SAYA TIDAK PERNAH MENYERAH! Saya justru merasa ini adalah proses belajar, meski ongkosnya SANGAT MAHAL. Kini saya semakin bersyukur, karena belajar dari kegagalan berinvestasi dan merintis bisnis itu ternyata merupakan modal utama saya dalam mengelola bisnis dan keuangan. Sebab saya sudah menemukan KUNCI 'pamungkas' untuk meraih kesejahteraan yakni spiritualitas dalam pengelolaan finansial. Spiritualitas ini sifatnya universal, karena pemeluk agama apa pun memiliki pemahaman yang sama terhadap spiritualitas yang saya maksudkan ini. Mereka sudah melaksanakan ini dengan baik, sehingga mereka sudah sukses secara finansial. Jangan pernah berpikir kalau saya akan meminta Anda untuk melakukan wirid sekian ribu kali, bertapa di gua keramat, shalat sekian puluh rakaat, bakar kemeyan, baca jampi-jampi dan sebagainya. Bukan.... bukan itu yang akan Anda lakukan! Saya hanya akan menunjukkan sesuatu yang harus Anda lakukan dalam setiap aktivitas yang selama ini sudah Anda kerjakan. Misalnya kalau Anda sekarang ini menjadi pegawai, maka lakukan itu dengan menambahkan apa yang saya tunjukkan itu. Demikian juga, kalau Anda sebagai guru, bankir, internet marketer dan lainnya. Selanjutnya, spiritualitas dalam pengelolaan keuangan itu saya jabarkan dalam 4 langkah: 1. Revolusi Mental dan Keyakinan 2. Memahami Rahasia Uang (secara spiritual) 3. Perencanaan Keuangan 1000 Tahun 4. Membuat uang 'beranak pinak' Empat langkah itu saya tulis berdasarkan pada apa yang pernah saya alami, saya rasakan dan bagaimana saya memecahkan berbagai persoalan saat itu. Tentu saja, uraiannya juga didukung oleh berbagai pemikiran, pendapat serta pengalaman orang-orang yang sudah sukses secara finansial. Alhamdulillah, kini kesejahteraan saya mulai menggembirakan. Saat ini saya merasa kehidupan ini benar-benar menyenangkan. Oleh karena itu saya ingin membagi pengalaman ini kepada sebanyak-banyaknya orang karena: • Saya ingin semakin banyak orang Indonesia yang hidup berkecukupan. •Saya tidak ingin pengalaman pahit yang pernah saya alami akan terulang pada Anda, sehingga Anda tidak perlu MEMBUANG WAKTU, TENAGA, BAHKAN UANG BANYAK untuk mencoba-coba (try and error) dalam mengelola keuangan dan melipatgandakan kekayaan. . Saya yakin dengan berbagi pengalaman ini, saya akan mendapatkan banyak manfaat seperti ilmu serta pengalaman-pengalaman baru yang lebih baik. Kini giliran Anda untuk mengubah hidup! Mulailah perubahan itu dengan membaca, memahami dan mempraktekkan informasi yang saya sampaikan. Oke.... Mungkin Anda tidak percaya begitu saja!. Karena itu, ada baiknya Anda memperhatikan komentar tokoh berikut ini: ”..... penulis menjelaskan dengan lugas lima langkah untuk mencapai keberkahan finansial. Ini menarik untuk dicermati, karena untuk mencapai suatu keberkahan dalam bidang apa pun tentu tidak cukup dengan slogan kejujuran, melainkan harus ada langkah - langkah kongkret yang dilakukan" KH.Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Pimpinan Pesantren Daarut Tauhid & MQ Corporation . "Salah satu kehancuran ekonomi bangsa ini mungkin karena tidak adanya keberkahan, ditambah lagi dengan sistem ekonomi ribawi. Buku ini tidak hanya inspiratif tetapi juga praktis membahas langkah langkah untuk meraih keberkahan finansial agar kekayaan yang kita miliki dapat bermanfaat dunia akhirat" KH. Ma'ruf Amin, Ketua Dewan Syariah Nasional – MUI . "Luar biasa! Buku ini memberikan cara pandang baru mengenai arti kekayaan...." Safir Senduk, Perencana Keuangan, Host Money Talk Metro TV ”Buku ini sangat baik untuk dibaca semua lapisan masyarakat yang berminat untuk dapat mengelola keuangan dengan lebih baik lagi. Buku ini juga berisikan pengenalan ilmu Perencanaan Keuangan Islami yang bisa dijadikan sebagai salah satu pegangan dalam merancang keuangan yang memberikan keberkahan finansial bagi yang menjalankannya. Ulasan-ulasan tentang keuangan secara Islami memberikan angin segar sebagai tambahan ilmu yang Insya Allah berguna bagi semua orang baik muslim maupun non muslim” Aidil Akbar Madjid, MBA, RFC, Chairman International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia, Senior Partner Pavilion Wealth Management “Dari 5 rukun Islam, hanya membaca dua kalimat syahadat yang tidak membutuhkan biaya, sedangkan 4 rukun lainnya mensyaratkan adanya uang. Di buku ini kita bisa mempelajari trik mencari uang, dan kalau uang itu sudah ada niscaya kita bisa menjalani rukun Islam dan ajaran Islam lainnya dengan lebih khusyuk dan lebih baik” DR. Ir.H. Wahyu Saidi, MSc, Alumni ITB, Tukang Bakmi “Sukses keuangan tidak hanya ditentukan oleh keahlian seseorang dalam mengelola keuangan, tetapi lebih dari itu, juga harus ada perubahan mental dan pemahaman yang benar tentang uang. Buku ini membahas secara komprehensif tentang pengelolaan keuangan dari sisi spiritualitas dan rasionalitas”. Ida Kuraeny, Ketua Umum Ikatan Agen Asuransi Indonesia (IAAI) “Menjadi kaya bagi seorang muslim tidak hanya mungkin, tapi wajib. Safak Muhammad dengan tekun & telaten mengajarkan kepada kita cara-cara meraih kekayaan yang penuh dengan keberkahan, sehingga kita bisa hidup kaya di dunia dan mati masuk surga” Irwan Kelana, Cerpenis, Novelis, Redaktur Harian Umum Republika & Pedagang Bakmi “Buku ini sangat inspiratif berisi kiat - kiat dan cara - cara praktis mencari, mengelola, dan meningkatkan kekayaan sesuai syariah (Islam), sehingga akan diperoleh keberkahan finansial”. H. Rahmat Hidayat, SE, MT, M.Phil, Komisaris Utama PT. Namira Cahaya Abadi, Pakar Ekonomi Syariah. “Untuk bisa berhasil, Anda perlu menemukan sebuah pegangan, sesuatu untuk memotivasi dan menginspirasi. Mas Safak Muhammad, sahabat saya ini meyakinkan saya dan boleh jadi Anda untuk meraih keberkahan finansial melalui buku ini” Drs. Yusuf Daud, MA, Pengusaha Restoran dan Pendidik .Baca Testimoni lainnya, klik disini .Mengapa informasi ini bisa mengubah hidup Anda? Karena dengan membaca informasi ini Anda akan mendapatkan: KUNCI spiritualitas untuk mendapatkan penghasilan, mengelola dan melipatkan penghasilan dalam waktu relatif singkat. Pemahaman yang utuh dalam meraih hidup sejahtera berkecukupan, karena ternyata kerja keras, menabung dan berinvestasi dengan benar belum cukup! Tapi ada satu hal utama (kunci) yang juga harus dilakukan. Dan dengan menggunakan kunci ini, maka Anda akan merasa bahwa mencari uang itu begitu mudahnya. Kesadaran penuh bahwa prinsip-prinsip yang selama ini Anda yakini dapat mengantarkan pada hidup sejahtera berkecukupan, ternyata prinsip-prinsip atau keyakinan itu tidak mampu mengantarkannya. Sehingga Anda harus mengubahnya. Berbagai contoh kasus pengelolaan keuangan, detail cara mengatasi masalah keuangan hingga Anda dengan mudah menerapkannya. Oke ....... Agar Anda lebih yakin, saya berikan GRATIS 101 angket untuk mengetahui apakah pemahaman dan keyakinan Anda dalam meraih kekayaan/kesejahteraan sudah benar atau belum dan apakah Anda sudah siap menerima kesejahteraan atau belum. Tentu saja ini sangat penting sekali untuk Anda ketahui karena bagaimana mungkin Anda bisa hidup sejahtera bilamana otak bawah sadar Anda belum siap menerimanya? Daftarkan nama dan email anda GRATIS! 101 angket ini saya dapatkan dari sebuah seminar keuangan selama 3 hari, dengan biaya normal lebih dari Rp5.000.000,- Anda tidak perlu khawatir karena langkah-langkah yang akan saya sampaikan mudah dipraktekkan. Asal Anda mau membaca, memahami dan melaksanakan dengan konsisten, Insya Allah berhasil. Saya Garansi 100% uang kembali! Inilah informasi yang saya maksudkan itu, sebuah buku yang berjudul Keberkahan Finansial, Cara Mudah Mengelola Keuangan dan Melipatgandakan Kekayaan dengan Kecerdasan Spiritual. Buku yang didalamnya terdapat kata pengantar dari KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) ini, sudah menjadi best seller di toko buku Gramedia, Gunung Agung dan toko buku lainnya. Dan kini buku ini dikemas dalam bentuk ebook (soft copy / PDF). Tujuannya agar semakin banyak orang dapat merasakan manfaatnya. Sebab dengan ebook jutaan orang bisa mendapatkan secara mudah dan cepat melalui internet, karena tidak terbatasi oleh jaringan distribusi (toko buku). Buku ini diterbitkan oleh Penerbit SolusiQalbu, 2006. Berisi 238 halaman) Buku ini akan membalikkan logika berpikir kita yang selalu berpikir rasional, bahwa untuk hidup berkecukupan kita hanya bekerja keras, menghemat, menabung dan itu sudah cukup! Ternyata, konsep itu tidak berlaku bagi sebagian besar orang-orang kaya di dunia ini. Orang-orang kaya, ternyata memiliki kecerdasan spiritual sesuai keyakinannya, sebagai modal utama dalam meraih kekayaannya. Mereka juga memiliki KUNCI yang sebenarnya KUNCI itu bukan rahasia lagi, tetapi sering diremehkan dan tidak dilakukan sebagian besar orang. Buku ini tidak hanya menawarkan konsep pengelolaan keuangan berdasarkan hitungan matematis 1 + 1 = 2 atau 5 - 3 = 2 tetapi juga berdasarkan hitungan "matematika" Allah yang hasilnya sangat menakjubkan. Buku ini juga membeberkan rahasia melipatgandakan kekayaan ala model DISTRIBUTOR REZEKI dan prinsip MENGEJAR AKHIRAT berbuah UANG DI DUNIA serta prinsip BERTAMBAH KAYA dengan MENSEJAHTERAKAN orang lain. Konsep tersebut saya bahas dengan logika yang sangat sederhana dan dapat diterima akal serta bersifat universal.Tentu saja, saya tidak asal cerita berdasarkan teori semata, karena ini juga merupakan pengalaman pribadi. Selain itu, saya juga akan berikan Anda buku-buku yang lain sebagai bonus yakni: Kaya Tanpa Bekerja (Republika, 2004) Cara Mudah Orang Gajian Menjadi Entrepreneur (MediaSukses, 2005) Kedua buku ini juga best seller karena terjual puluhan ribu eksemplar dan telah menginspirasi serta membantu menyelesaikan puluhan ribu pembacanya. Kedua buku ini sangat bermanfaat bagi Anda, terutama Anda yang ingin secara cepat meraih kesejahteraan. BONUS 1: Kaya Tanpa Bekerja Best Motivation for An Entrepreneur. Berani Kaya, Berani Tidak Menjadi Pegawai. Kata Pengantar oleh: Dahlan Iskan, CEO Jawa Pos Group. (Buku ini diterbitkan oleh Republika, 2004. Berisi 198 halaman, harga jual Rp29.000,-) Buku ini tidak mengajarkan kepada anda untuk bermalas-malasan, apalagi mengharapkan uang tanpa bekerja. Buku ini justru memacu motivasi anda untuk hidup berkecukupan dengan cara yang benar dan mampu memilih sumber penghasilan yang benar secara cepat. Memilih sumber penghasilan yang dapat secara CEPAT mengantarkan anda untuk hidup berkecukupan. Melalui buku ini, saya mencoba ’mengobrak-abrik’ pemahaman keliru atau mitos terhadap sumber penghasilan (pekerjaan) tertentu yang diyakini oleh banyak orang dapat mengantarkan pada kebebasan finansial. Padahal pemahaman itu bisa menimbulkan 'bom waktu' yang merugikan kita dikemudian hari. Selain itu, bagi Anda yang selama ini sudah mencoba beberapa usaha/bisnis atau mencari tambahan penghasilan tapi selalu gagal, buku ini sudah membahasnya tentang bagaimana seharusnya menyikapi kegagalan dan bagaimana menjadikan kegagalan sebagai kesempatan untuk meraih sukses finansial. Dalam kata pengantarnya di buku ini, Dahlan Iskan, CEO Jawa Pos Group, mengatakan, "Tapi salahkah menjadi pegawai? Tentu saja tidak. Ada orang yang sangat menikmati menjadi pegawai......... Tentu juga jangan berharap kaya. Jadi pegawai "jatah"nya sudah ditentukan. Tapi bagi mereka, barangkali juga punya pikiran begini: orang hidup kok seperti diperbudak uang. Atau: katanya bekerja itu untuk bisa makan, dan makan itu untuk bisa hidup. Mengapa hidup harus dipakai untuk bekerja yang berlebihan sehingga makan pun tidak sempat? Belum lagi yang punya pikiran begini: semua orang yang ingin kaya, ujung-ujungnya berbuat serakah. Setelah serakah pun masih belum merasa cukup. Lalu meningkat menjadi culas. Orang culas, pikirannya tidak tenang. Maka ujung-ujungnya bisa stroke. Nah, ngapain jadi pengusaha kalau hanya untuk bisa kaya, dan itu berarti harus melewati tahapan serakah dan culas? Tapi hasilnya stroke? Tentu itu pilihan yang kalau bisa dihindari. Bukankah bisa ada pilihan lain seperti yang sering diucapkan ustadz yang pintar melucu:di dunia hidup kaya di akhirat masuk sorga! Mereka yang memilih hidup sebagai pegawai, biasanya juga mempunyai sandaran sendiri. Sandaran itu setengah filosofi, setengah pasrah dan setengahnya lagi mencerminkan ketidakberdayaan: kalau semua menjadi pengusaha, siapa yang jadi pegawainya?" Nah... Dengan membaca buku Kaya Tanpa Bekerja akan tahu POSISI Anda ada dimana. Apakah golongan pertama yakni orang yang pasrah karena ketidakberdayaan ataukah golongan kedua yakni orang yang memiliki keinginan KUAT untuk sukses tapi bingung untuk memulainya?. Pada golongan manapun, setelah membaca buku ini saya JAMIN Anda akan 'terbakar' untuk bangkit menuju kehidupan yang lebih baik! Anda tidak lagi bingung mengambil langkah untuk meraih masa depan yang cerah. Sebagai bukti bahwa buku ini layak anda baca, bisa dilihat dari komentar berikut ini: ”Menarikdan inspiratif, itulah komentar saya ketika membaca buku ini. Menarik karena ia bicara tentang uang, sesuatu yang dibutuhkan oleh semua orang. Inspiratif karena ia menawarkan cara kreatif mendapatkan uang tanpa bergantung ke orang. Buku ini menantang siapa pun untuk berubah mental : dari mencari lowongan ke menciptakan lapangan pekerjaan, sesuatu yang pasti membantu upaya pemerintah untuk menanggulangi problem pengangguran”. A. Effendi Choirie, Anggota DPR RI “Buku ini harus dibaca oleh orang tua maupun anak-anak muda, karena buku ini memberikan jalan keluar yang sangat kreatif untuk memecahkan masalah bangsa yang rumit. Buku ini memberikan cara pandang yang berbeda dalam melihat pendidikan formal. Pendidikan memang sangat penting namun masyarakat harus menyadari bahwa pendidikan (formal) bukanlah satu-satunya jalan untuk meraih kesuksesan berkarya di masyarakat” Dr.Ir. Ujang Sumarwan, MSc, Direktur Akademik Magister Agribisnis Institute Pertanian Bogor Bonus 2: Cara Mudah Orang Gajian Menjadi Entrepreneur (Buku ini diterbitkan oleh Penerbit MediaSukses, 2005. Berisi 199 halaman, harga jual Rp29.500,-) Buku ini akan membantu Anda dalam mewujudkan keinginan Anda untuk memiliki bisnis sendiri. Berdasarkan pengalaman, memiliki atau merinstis bisnis disaat masih bekerja adalah bukan pekerjaan gampang. Anda harus mampu berbagi pikiran, waktu dan tenaga. Selain itu, bagi orang gajian, tentu saja tidak mudah men-switch (mengalihkan) mental orang gajian menjadi mental pengusaha (entrepreneur). Apalagi jika keinginan Anda menjadi pengusaha tidak didukung oleh keluarga, maka masalahnya semakin rumit. Masalah-masalah seperti itu tidak akan lagi anda rasakan karena bisa terselesaikan saat anda membaca buku ini. Saya mencoba menjelaskan sejelas-jelasnya berdasarkan pengalaman saya, wawancara dengan para pengusaha sukses dan refensi buku yang sesuai. Saya juga berusaha menuliskan semua cara itu dengan bahasa yang mudah dimengerti dengan contoh-contoh nyata, tidak semata-mata teoritis. Sebagai seorang bankir yang pernah mengelola debitur-debitur dengan omset penjualan dan kredit miliaran, saya telah banyak belajar dari mereka bagaimana mereka meyakinkan pihak bank untuk mendapatkan kredit dan bagaimana mereka melakukan pembiayaan bersama untuk mendapatkan modal dari orang lain. Tentu saja intisarinya akan saya ceritakan karena ilmu ini sangat bermanfaat bagi anda yang ingin memiliki bisnis tetapi memiliki modal yang terbatas. Selain itu buku ini juga menjelaskan tentang: 1. Cara keluar dari ‘zona kenyamanan’ sebagai pegawai menuju ‘zona kenyamanan baru’ sebagai pengusaha. Ini merupakan salah satu kunci untuk memulai bisnis. 2. Strategi keluar pekerjaan untuk menjadi pengusaha tanpa takut gagal & kehilangan gaji yang sudah ada. 3. Cara menghadapi masa transisi, persiapan bisnis, menghadapi keraguan, kegagalan hingga berani menjadi pengusaha. 4. Cara menggali ide bisnis dari hobi, contoh 99 ide bisnis modal ’dengkul’ dan ide bisnis franchise (waralaba). Buku ini juga mencoba menjelaskan bagaimana mendapatkan promosi GRATIS di media cetak (koran, majalah) maupun media elektronik (TV) dan radio. Tentu saja ini sudah saya praktekkan dan beberapa media massa sudah meliput seperti Metro TV, Global TV, RCTI, DAAI TV, RRI Pro FM, Radio Otomotion 97.5 FM, Radio Prapanca Medan, Koran Indo Pos, Koran Tempo, Berita Kota, Majalah Mata Baca dan lainnya (Lihat liputan media di www.safakmuhammad.com atau www.bukubagus.com) Mungkin Anda menganggap saya terlalu melebih-lebihkan apa yang sudah saya tulis dalam buku ini. Oleh karena itu, Anda juga perlu memperhatikan komentar beberapa tokoh mengenai buku ini: "Tahap demi tahap dalam proses menjadi entrepreneur dijelaskan secara detail dan didukung dengan teori dan contoh praktek nyata. Saya yakin semua pengusaha sukses setuju dengan isi buku ini. Sangat bermanfaat bagi pegawai yang ingin mulai terjun menjadi pengusaha” Beno Pranata, MSc. Bos ‘PesanDelivery’, Penerima Young Super Entrepreneur Award 2004 "Berani memulai dan keluar dari zona ‘aman’ pegawai merupakan syarat utama menjadi pengusaha. Buku ini membahasnya secara detil tentang itu. Anda pasti bisa menjadi pengusaha bila mempraktekkannya". Prof. DR.Thamrin Abdullah, MM, Dosen Universitas Negeri Jakarta ”Bung Safak Muhammad adalah penulis yang mampu memotivasi pembacanya untuk menjadi entrepreneur, terbukti buku karya pertamanya Kaya Tanpa Bekerja menjadi best seller. Dan pada buku keduanya ini tampak sekali Bung Safak memang memiliki kompetensi dalam bidang ini”. DR. Ir. H. Wahyu Saidi, MSc, Mantan Orang Gajian, Tukang Bakmi Langgara & Tebet (100 outlet)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar